20120323

Terjemah Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)

BERSAMA MEMURNIKAN AKIDAH DAN AKHLAK MUSLIM

 SYARAH AL-HIKAM Bagian Pertama,Kedua,Ketiga


Mohon Maaf Jika Terjemahan Dibawah Ini Ada yang Salah Maka Mohon Sekiranya Pembaca Dapat Meluruskannya Untuk Itu Saya Ucapkan Terimakasih Dan Semoga Bermanfaat


KATA PENGANTAR




Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih. Sholawat dan salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w, keluarga baginda dan seluruh penolong-penolong agama-Nya.
Sebagian besar generasi terdahulu mendengar kehebatan kitab al-Hikam, mereka mendalaminya, meneliti dan mengutip mutiara yang ada di dalamnya. Perjalanan masa telah merubah manusia, berkurangnya generasi yang alim dalam bidang tasawuf amat dirasa, sehingga kitab al-Hikam tidak lagi menjadi teks penting dalam pengajian sehari hari, baik itu dalam sistem pendidikan formal maupun yang tidak formal; kecuali sedikit. Sebagiannya memberi alasan istilah dan penggunaan bahasa yang digunakan sukar untuk difahami dan sebaiknya. Pandangan ini ditambah dengan sikap untuk menjauhi bidang tariqat dan tasawuf, menyebabkan kitab yang bernilai ini diabaikan oleh generasi sekarang.
Buku Syarah al-Hikam ini diharapkan dapat menjelaskan kepada umum beberapa persoalan hidup dan kehidupan yang dilalui oleh manusia, karena putaran kehidupan manusia yang berkisar kepada keperluan zahir dan batin, tidak akan terlepas dari rasa betapa agungnya penciptaan manusia. Akibat fitnah dunia yang dilalui oleh manusia, maka segala penilaian khazanah yang benardan sangat berhargapun telah hilang, menyebabkan manusia berlomba mencari sesuatu yang akan ditinggalkan; manakala yang sebenarnya akan dibawa diabaikan.
Kitab ini juga diharapkan dapat memberi rangsangan kepada kita semua untuk mendekati kembali jalan-jalan kebenaran yang sebenarnya melalui usaha mendekatkan diri terhadap Allah s.w.t. Usaha ini tentulah lebih mudah karena penulis memberikan penunjuk-penunjuk yang jelas bagi yang akan melaluinya. Dengan gaya bahasa yang mudah dan ulasan yang baik, maka diharapkan buku Syarah al-Hikam ini menjadi panduan bagi umat Islam umumnya dan pencinta kebenaran hakiki memahami jalan-jalan yang sebenarnya untuk mendekatkan diri kepada Allah s.w.t.
Semoga dengan petunjuk Ilahi yang memandu kita kepada jalan kebenaran saya mengharapkan buku Syarah al-Hikam ini dapat membantu pembaca memahami khazanah yang amat bernilai yang ada didalam al-Hikam. Semoga kitab ini dapat dimanfaatkan oleh para pembaca sekalian dan sekaligus memantapkan aqidah dan ibadah kita selaras dengan tugas kita sebagai hamba Allah yang bertaqwa.
Sekian, wassalamualaikum wr wb.

MUKADIMAH



Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Pemelihara sekalian alam. Sholawat serta salam  untuk yang paling mulia di antara Rasul-rasul, Muhammad Rasul yang Amin, dan atas sekalian keluarga dan sahabat-sahabat baginda saw.
Daku rela Allah adalah Tuhanku, Islam adalah Agamaku, Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasulku, al-Quran adalah Imamku, Ka’abah adalah Kiblatku dan Mukmin adalah saudaraku.
Wahai tuhanku! Engkau jualah maksud dan tujuanku dan keridhaan Engkau jua yang daku cari. Daku mengharapkan kasih sayang-Mu dan kedekatan-Mu.


Kitab al-Hikam karangan Imam Tajuddin Abu Fadhli Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim bin Athaillah Askandary boleh dianggap sebagai buku teks yang perlu dipelajari oleh orang-orang yang mau mendalami ilmu tauhid / tasauf serta berjalan pada jalan kerohanian. Didalamnya mengandung kata-kata hikmat yang dapat dijadikan petunjuk jalan menuju Allah s.w.t dan mencapai keridhaan-Nya.
Pada awalnya daku mengenali Kitab al-Hikam pada namanya saja. Apa yang dibicarakankan kitab ini adalah sebuah kitab yang sukar difahami. Hanya sedikit saja guru-guru yang mampu mengajarkan kitab ini. Anggapan yang telah tertanam dalam fikiranku adalah hanya orang-orang yang khusus saja yang layak mempelajari kitab tersebut. Oleh karena itu daku tidak pernah mencoba untuk mempelajarinya.
Kehendak Allah s.w.t yang mengatasi segala perkara. Apabila daku dimasukkan ke dalam bidang kerohanian timbullah minat dan kecenderungan untuk mengetahui isi Kitab al-Hikam. Daku mula mempelajari syarah-syarah kitab tersebut yang didapat dari kedai-kedai buku. Sedikit sekali kefahaman yang terbuka padaku. Kemudian daku mempelajari kitab-kitab tasauf yang daku dapat dari berbagai sumber. Berbekal sedikit pengetahuan dalam ilmu tasauf, daku pelajari kembali Kitab al-Hikam. Apa yang daku fahamkan itu daku tuliskan sebagai satu cara pembelajaran. Beberapa orang sahabat telah membaca teks yang asal asalan dan merekapun memberikan kritik dan saran yang membina. Hasil dari teguran itu daku tulis kembali Syarah al-Hikam ini.
Apa yang daku peroleh dan daku fahami dari khazanah al-Hikam ini, ingin sekali rasanya daku bagikan kepada saudara-saudara Muslimku. Mudah-mudahan Allah s.w.t memberikan taufik dan hidayat kepada kita semua.
Penyusun Syarah al-Hikam ini bukanlah seorang yang alim dalam ilmu tasauf, apa lagi ilmu fikih. Oleh itu sangatlah diharapkan jika saudara-saudara yang membaca kitab ini mengkonsultasikannya kepada orang yang alim. Jika terdapat perbedaan pendapat antara isi kitab ini dengan perkataan orang alim, anggaplah telah terjadi kekhilapan kefahaman dalam melakukan penyusunan dan berpeganglah kepada perkataan orang alim. Penyusun memohon maaf atas kekhilapan tersebut. Sekiranya apa yang katakan dalam kitab ini adalah benar, maka sesungguhnya kebenaran itu dari Allah s.w.t. Hanya Dia yang patut menerima pujian. Hanya kepada-Nya kita bersyukur.
Wahai saudara-saudaraku yang daku kasihi.
Ilmu adalah nur. Hati juga nur. Dan, Nur adalah salah satu nama daripada Nama-nama Allah s.w.t. Nur Ilahi, hati dan ilmu erat sekali berhubungannya. Hati yang suci bersih akan berbekas dan terbuka untuk menerima pancaran Nur Ilahi. Hati yang dipenuhi oleh Nur Ilahi mampu menerima Nur Ilmu dari alam ghaib. Nur Ilmu yang dari alam ghaib itu membuka hakikat alam dan hakikat Ketuhanan. Hati yang menerima pengalaman hakikat memancarkan nurnya kepada akal. Akal yang menerima pancaran Nur Hati akan dapat memahami perkara ghaib yang diterima oleh akal  biasa. Bila hati dan akal sudah beriman hilanglah keresahan pada jiwa dan kekeliruan pada akal. Lahirlah ketenangan yang sejati. Hiduplah nafsu muthmainnah menggerakkan sekalian anggota zahir dan  batin supaya berbakti kepada Allah s.w.t. Jadilah insan itu seorang hamba yang sesuai zahirnya dengan Syariat  dan batinnya dengan kehendak Allah s.w.t. Bila Allah s.w.t memilihnya, maka jadilah dia seorang insan Hamba Rabbani, Khalifah Allah yang diberi tugas khusus dalam melaksanakan kehendak Allah s.w.t dimuka bumi.
Khalifah Allah muncul dalam berbagai bidang. Bidang apapun yang dipimpin oleh seorang Muslim yang bertaraf Khalifah Allah akan menjadi cemerlang dan kaum Muslimin akan mengatasi kaum-kaum lain dalam bidangnya masing masing. Khalifah ekonomi akan membawa ekonomi umat Islam mengungguli ekonomi semua kaum yang lain. Khalifah tentara akan membebaskan umat Islam dari  kaum penjajah dan penindas yang zalim. Khalifah dakwah akan membukakan Islam yang sebenarnya dan membersihkannya dari  bid’ah, kekacauan dan kesesatan. Bila semua bidang kehidupan dipimpin oleh Khalifah Muslim maka umat Islam akan menjadi umat yang teratas dalam segala bidang.
Mulailah bekerja membentuk hati agar ia menjadi bercahaya dengan Nur Ilahi. Nur Ilahi adalah tentara bagi hati yang akan mengalahkan segala jenis senjata dan segala jenis sistem, walau bagaimana canggih sekali pun. Bila Nur Ilahi sudah memenuhi ruang hati umat Islam maka umat Islam akan menjadi satu kesatuan yang tidak akan dapat dikalahkan oleh siapapun, dalam bidang apapun. Insya-Allah!
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Ayat  286 : Surah al-Baqarah )
Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau……. ( Ayat 156 : Surah al-A’raaf )
……"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". ( Ayat 201 : Surah al-Baqarah )

Amin! Ya Rabbal ‘Aalamin.

3 komentar:

  1. Mau nanya kang, ini terjemah orisinil buatan akang? soalnya aku lihat di http://alhikam0.tripod.com/hikampend.html sama persis dg yg ada di blog ini, dan aku rasa yg ada di blog alhikam0 adalah yg orisinil,alangkah baiknya kalu mencantumkan sumbernya.
    mhon mf sebelumnya
    trimksh

    BalasHapus
  2. Benar kang...saya terjemahkan kembali syarah al-hikam yang berbahasa malaysia ke bahasa kita agar mudah dimengerti...dan terims telah mengingatkan.

    BalasHapus
  3. kitab untuk memotivasi ibadah kita

    BalasHapus