20120418

Terjemah Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)

BERSAMA MEMURNIKAN AKIDAH DAN AKHLAK MUSLIM

 SYARAH AL-HIKAM Bagian Pertama,Kedua,Ketiga

Mohon Maaf Jika Terjemahan Dibawah Ini Ada yang Salah Maka Mohon Sekiranya Pembaca Dapat Meluruskannya Untuk Itu Saya Ucapkan Terimakasih Dan Semoga Bermanfaat

87: Orang Yang Mengenal Allah s.w.t  88: Harapan Dan Angan-angan  89: Tujuan Orang Arifbillah  90-92: Qabadh Dan Basath 93 & 94: Hikmat Pada Pemberian Dan Penolakan 95: Alam Pada Zahirnya Dan Batinnya 96: Kemuliaan Yang kekal Abadi 97: Perjalanan Yang Hakiki  98: Penolakan Allah s.w.t Lebih Baik Daripada Pemberian Makhluk 99-101: Amal, Taat Dan Balasan Allah s.w.t 102: Allah s.w.t Ditaati Karena Sifat-sifat Ketuhanan-Nya 103 & 104: Pemberian danPenolakan memperkenalkan Allah s.w.t 105 & 106: Jalan KepadaAllah s.w.t 107 & 108: Nikmat Penciptaan Dan NikmatSusulan 109 & 110: Hamba Berhajat Kepada Tuhan 111: Uns (Jinak Hati Dengan Allah s.w.t) 112: Keizinan Meminta TandaAkan Mendapat Karunia 113: Orang Arif Berhajat Kepada Allahs.w.t 114: Nur Sifat Allah s.w.t Menerangi Rahasia hati 115 & 116: Takdir Adalah Ujian Allah s.w.t 117: Hawa Nafsu Dan Kesamaran jalan 118: Sifat Kewalian Ditutup Daripada Pandangan Umum 119: Perhatikan Kewajiban Bukan Permintaan 120: Zahir Bersyariat Dan Batin Beriman 121: Kekeramatan Bukan Jaminan Kesempurnaan 122: Pelihara Wirid Selama Ada hayat 123: Warid Dan Nur Ilahi 124: Sikap Orang Lalai Dan Orang Berakal 125: Abid Dan Zahid Yang Belum Mencapai Keteguhan Hati 126 & 127: Kerinduan Untuk Melihat Allah s.w.t



118: Sifat Kewalian Ditutup Daripada Pandangan Umum
MAHA SUCI ALLAH YANG MENUTUPI RAHASIA KEISTIMEWAAN (PARA WALI) DENGAN DIPERLIHATKAN SIFAT KEMANUSIAAN BIASA KEPADA ORANG BANYAK DAN TERNYATA KEBESARAN KETUHANAN ALLAH S.W.T DALAM MEMPERLIHATKAN SIFAT KEHAMBAAN (PADA PARA WALI-NYA).

Orang yang jahil dan lemah imannya mudah terlintas sangkaan apabila berhadapan kejadian yang luar biasa yang terzahir daripada seseorang manusia. Nabi Ia a.s dilahirkan secara luar biasa, dan padanya terzahir mukjizat yang luar biasa, menyebabkan segolongan manusia menganggap beliau a.s sebagai anak Tuhan. Uzair yang ditidurkan oleh Allah s.w.t selama seratus tahun dan dijagakan di kalangan generasi yang sudah melupakan Kitab Taurat, lalu Uzair membacakan isi Kitab Taurat dengan lancar. Orang banyak pun menganggap Uzair sebagai sesuatu yang luar biasa, lalu mengangkatnya sebagai anak Tuhan.

Orang banyak sering mengagungkan manusia yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Kadang-kadang cara pengagungan itu sangat berlebihan sehingga orang yang diagungkan itu didudukkan pada taraf yang melebihi taraf manusia. Selain dianggap sebagai anak Tuhan, ada juga yang dianggap sebagai penjelmaan Tuhan. Timbul juga sangkaan sebagai Imam Mahadi yang dijanjikan Tuhan.

Kesan pemujaan sesama manusia banyak terdapat pada lembaran sejarah. Pemujaan yang demikian disifatkan Allah s.w.t sebagai mempertuhankan makhluk. Perkara ini terjadi karena salah mentafsirkan kejadian luar biasa yang terzahir pada orang tersebut, walaupun mereka tidak meminta diagungkan.

Perkara luar biasa yang terjadi pada nabi-nabi dinamakan mukjizat dan yang terjadi pada wali-wali dinamakan keramat. Mukjizat menjadi sebagian daripada bukti atau hujah kepada orang banyak tentang kebenaran kenabian. Fungsi utama mukjizat adalah memperkua keyakinan orang banyak terhadap seorang nabi. Sesuai dengan fungsinya mukjizat berlaku secara terbuka dan diketahui umum. Keramat pula merupakan karunia khusus kepada para wali. Tujuan utamanya adalah untuk menambahkan keyakinan wali itu sendiri. Ia bukan bertujuan untuk membuktikan kedudukan wali itu kepada banyak orang.

Kekeramatan banyak terjadi pada zaman akhir ini, jarang terjadi pada zaman Rasulullah s.a.w dan para sahabat, sedangkan para sahabat baginda s.a.w adalah aulia Allah yang agung. Sebagian daripada mereka pun telah diistiharkan sebagai ahli syurga ketika mereka masih hidup lagi. Mereka sudah memiliki iman yang sangat teguh, tidak perlu kepada kekeramatan untuk menguatkannya. Jaminan syurga yang diberikan oleh Rasulullah s.a.w tidak membuat mereka mengurangi khidmat bakti mereka kepada Allah s.w.t. Umat yang akhir ini tidak memiliki hati sebagaimana  umat pada zaman Rasulullah s.a.w. Umat zaman akhir ini memerlukan kekeramatan sebagai penawar yang menguatkan hati mereka. Oleh sebab kekeramatan itu lebih berguna untuk diri sendiri, maka ia lebih banyak terjadi secara tersembunyi, hanya sebagian kecil yang menyaksikannya atau kadang-kadang tidak ada yang melihatnya. Sifat kewalian dizahirkan kepada wali Allah itu sendiri sedangkan kepada orang banyak dizahirkan sifat manusia biasa, hingga orang lain tidak mengetahui kedudukan yang sebenarnya. Dengan demikian seseorang wali Allah itu diberi layanan sebagai manusia biasa. Dia perlu hidup dan menguruskan kehidupan seperti orang banyak. Perilakunya yang memakai sifat kemanusiaan biasa menjadi contoh kepada orang lain, bagaimana mau menjalani kehidupan di dunia dengan mentaati Allah s.w.t. Rasulullah s.a.w menjalani kehidupan sebagai manusia biasa di mana baginda s.a.w terpaksa mengikat perut dengan kain untuk menahan lapar, padahal dengan hanya berdoa kepada Allah s.w.t baginda s.a.w dapat menjadi kenyang tanpa makan. Para nabi dan para wali adalah manusia yang menjadi model untuk diikuti oleh orang banyak. Jika mereka hidup secara istimewa seperti bergerak secepat kilat dan kenyang tanpa makan, sudah tentu tidak ada manusia yang dapat mengikut mereka. Oleh itu apabila Allah s.w.t memakaikan sifat kehambaan seperti orang banyak kepada para nabi dan para wali-Nya itu adalah bagi kebanyakan manusia umum. Orang banyak dapat mengikut contoh yang mudah dan tidak timbul pemujaan sesama manusia yang dapat membawa kepada syirik.


0 comments: