20120417

Terjemah Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)

BERSAMA MEMURNIKAN AKIDAH DAN AKHLAK MUSLIM

 SYARAH AL-HIKAM Bagian Pertama,Kedua,Ketiga

Mohon Maaf Jika Terjemahan Dibawah Ini Ada yang Salah Maka Mohon Sekiranya Pembaca Dapat Meluruskannya Untuk Itu Saya Ucapkan Terimakasih Dan Semoga Bermanfaat

87: Orang Yang Mengenal Allah s.w.t  88: Harapan Dan Angan-angan  89: Tujuan Orang Arifbillah  90-92: Qabadh Dan Basath 93 & 94: Hikmat Pada Pemberian Dan Penolakan 95: Alam Pada Zahirnya Dan Batinnya 96: Kemuliaan Yang kekal Abadi 97: Perjalanan Yang Hakiki  98: Penolakan Allah s.w.t Lebih Baik Daripada Pemberian Makhluk 99-101: Amal, Taat Dan Balasan Allah s.w.t 102: Allah s.w.t Ditaati Karena Sifat-sifat Ketuhanan-Nya 103 & 104: Pemberian danPenolakan memperkenalkan Allah s.w.t 105 & 106: Jalan KepadaAllah s.w.t 107 & 108: Nikmat Penciptaan Dan NikmatSusulan 109 & 110: Hamba Berhajat Kepada Tuhan 111: Uns (Jinak Hati Dengan Allah s.w.t) 112: Keizinan Meminta TandaAkan Mendapat Karunia 113: Orang Arif Berhajat Kepada Allahs.w.t 114: Nur Sifat Allah s.w.t Menerangi Rahasia hati 115 & 116: Takdir Adalah Ujian Allah s.w.t 117: Hawa Nafsu Dan Kesamaran jalan 118: Sifat Kewalian Ditutup Daripada Pandangan Umum 119: Perhatikan Kewajiban Bukan Permintaan 120: Zahir Bersyariat Dan Batin Beriman 121: Kekeramatan Bukan Jaminan Kesempurnaan 122: Pelihara Wirid Selama Ada hayat 123: Warid Dan Nur Ilahi 124: Sikap Orang Lalai Dan Orang Berakal 125: Abid Dan Zahid Yang Belum Mencapai Keteguhan Hati 126 & 127: Kerinduan Untuk Melihat Allah s.w.t



107 & 108: Nikmat Penciptaan Dan Nikmat Susulan



DUA NIKMAT YANG TIDAK TERPISAHKAN MAKHLUK DARI KEDUA-DUANYA DAN TIDAK DAPAT DIBAGI SETIAP MAKHLUK MAUJUD DARI KEDUA-DUANYA, ITULAH NIKMAT DICIPTAKAN DAN NIKMAT YANG MENYUSUL (SETELAH DICIPTAKAN).
 


ALLAH S.W.T MEMBERI NIKMAT KEPADA KAMU KALI PERTAMANYA DENGAN MENCIPTAKAN KAMU DAN KALI KE DUANYA DENGAN MELENGKAPI KEPERLUAN KAMU.

Semua makhluk asalnya tidak ada. ‘Adam (yang tidak ada) adalah dzat makhluk. Apabila Allah s.w.t berkehendak menciptakan makhluk maka disinari-Nya ‘adam dengan cahaya nur Wujud-Nya lalu ‘adam menjadi maujud. Makhluk dalam aspek dzatnya yang asli adalah ‘adam (tidak wujud) dan dalam aspek kewujudan adalah ciptaan Allah s.w.t yang bergantung kepada Wujud Allah s.w.t. Nikmat pertama yang dikurniakan Allah s.w.t  kepada ‘adam (zat makhluk) adalah nikmat penciptaan yaitu ‘adam diterangi dengan cahaya nur Wujud Allah s.w.t, lalu terciptalah makhluk. Bagi ‘adam apabila Allah s.w.t karuniakan kepadanya kewujudan itu merupakan nikmat yang sangat besar, tidak ada yang selain Allah s.w.t  yang dapat berbuat demikian.
 


Bertasbihlah mensucikan nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi (dari sifat-sifat kekurangan), -  Yang telah menciptakan (sekalian makhluk-Nya) serta menyempurnakan kejadiannya dengan kelengkapan yang sesuai dengan keadaannya; Dan Yang telah mengatur (keadaan makhluk-makhluk-Nya) serta memberikan hidayah petunjuk (ke jalan keselamatannya dan kesempurnaannya); ( Ayat 1 – 3 : Surah al-A’laa )
 


Dan Allah menciptakan tiap-tiap hewan yang bergerak itu dari air; maka sebagian di antara mereka berjalan dengan perutnya, dan sebagian di antaranya berjalan dengan dua kaki, dan sebagian lagi berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa saja yang Ia kehendaki (selain dari yang tersebut), karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. ( Ayat 45 : Surah an-Nur )
 


Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu  dengan sebaik-baiknya, dan dimulakan-Nya kejadian manusia berasal dari tanah; Kemudian Ia menjadikan keturunan manusia itu dari sejenis pati, yaitu dari air (benih) yang sedikit dipandang orang; Kemudian Ia menyempurnakan kejadiannya, serta meniupkan padanya; roh ciptaan-Nya. Dan Ia mengaruniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (akal fikiran), (supaya kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu yang bersyukur. ( Ayat 7 – 9 : Surah as-Sajdah )


Setelah memberinya nikmat kewujudan,Allah s.w.t mengaruniakan pula nikmat ke dua, yaitu keberlangsungan kewujudan itu. Pada nikmat pertama ‘adam memperoleh taraf al-khalaq (makhluk atau ciptaan) dan pada nikmat ke dua makhluk mendapat taraf abd (hamba yang mempunyai Tuan yang menguruskan kehidupannya). Makhluk memperoleh kewujudan dan abdi meneruskan kewujudan serta ada Qadar untuknya. Setiap abdi Allah s.w.t disediakan ketentuan untuknya dan tidak ada abdi yang lain dapat menghalangnya dari menikmati apa yang telah Allah s.w.t peruntukkan kepadanya. Telah diperuntukkan sejumlah nafas yang akan dihirupnya, rizki yang akan dinikmatinya, umur yang akan dijalaninya dan berbagai macam lagi yang tidak mungkin diuraikan. Tidak ada kewujudan abdi yang dapat berkata Tuhan menciptakannya kemudian membiarkannya begitu saja. Abdi yang pada mulanya tidak ada, dia menjadi ada, didapatinya segala keperluan kewujudan dan kesinambungan kewujudannya pun telah disediakan oleh Allah s.w.t. Begitulah besarnya nikmat susulan yang mengiringi nikmat penciptaan yang dikurniakan Allah s.w.t  kepada hamba-hamba-Nya. Setiap hamba-Nya menerima layanan yang adil dari-Nya tanpa mengira apakah mereka ahli taat atau ahli maksiat. Nikmat-Nya merata kepada semua penciptaan-Nya.
 


Dia (Allah) yang menjadikan untuk kamu segala  yang ada di bumi, kemudian Ia menuju dengan kehendak-Nya ke arah (bahan-bahan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit dengan sempurna; dan Ia Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. ( Ayat 29 : Surah al-Baqarah )
 


Bahkan siapakah yang telah mencipta langit dan bumi; dan menurunkan hujan dari langit untuk kamu? Lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman dan kebun-kebun (yang menghijau subur) dengan indahnya, yang kamu tidak dapat dan tidak berkuasa menumbuhkan pohon-pohonnya. Adakah sembarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? (Tidak!) bahkan mereka (yang musyrik) adalah kaum yang menyeleweng dari kebenaran (tauhid). Atau siapakah yang telah menjadikan bumi tempat penetapan; dan telah menjadikan sungai-sungai di antara bagian-bagiannya; dan telah menjadikan untuknya gunung-ganang yang menetapnya; dan juga telah menjadikan di antara dua laut (yang asin dan yang tawar) sekatan (semula jadi) yang memisahnya? Adakah sembarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? (Tidak!) bahkan kebanyakan mereka (yang musyrik) tidak mengetahui. Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang menderita apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghapuskan kesusahan, serta menjadikan kamu pengganti (umat-umat yang telah lalu) mendiami dan menguasai bumi? Adakah sembarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? Amat sedikit di antara kamu yang mengingati (nikmat Allah itu). Atau siapakah yang menunjukkan jalan kepada kamu dalam gelap-gelita darat dan laut, dan yang menghantarkan angin sebagai pembawa berita yang menggembirakan sebelum kedatangan rahmat-Nya? Adakah sembarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? Maha Tinggilah keadaan Allah dari apa yang mereka sekutukan dengan-Nya. Atau siapakah yang memulakan kejadian sekalian makhluk, kemudian Ia mengembalikannya (hidup semula sesudah matinya), dan siapakah yang memberi rizki kepada kamu dari langit dan bumi? Adakah sebarang tuhan yang lain bersama-sama Allah? Katakanlah (wahai Muhammad): “Bawalah ke mari keterangan-keterangan kamu, jika betul kamu orang-orang yang benar”. ( Ayat  60 - 64 : Surah an-Naml )

0 comments: