20110416

CIRI-CIRI ISTRI SHALIHAH

Ciri-Ciri Istri Shalihah:

Wanita beriman mempunyai sifat-sifat terpuji dalam bergaul dengan suaminya, yang diantaranya adalah:
• Mereka selalu shalihat dalam beramal shalih dan ber-prilaku baik terhadap suaminya.
• Selalu mematuhi suami dalam hal yang tidak dimur-kai Allah.
• Menjaga kehormatan dirinya pada saat suami tidak ada disisinya.
• Menjaga dan memelihara harta yang dititipkan suami-nya.
• Tidak menampakkan kepada suaminya kecuali yang dapat membuat suaminyabahagia, seperti bermuka ceria, berpenampilan indah dan menghibur suami.
Semoga shalawat dan salam tetap dicurahkan ke-pada Nabi kita, Nabi Muhammad, keluarga dan segenap shahabatnya.

Masih adakah istri shalihah pada jaman sekarang ?

Selain ciri ciri tersebut di atas masih banyak lagi kriteria yang dapat kita lihat dengan kasat mata,diantaranya adalah senantiasa memelihara dan menutup aurat.

Subhaanallah disaat orang malu untuk menutup aurat masih banyak akhwat yang begitu kukuh dengan keimanannya. Mereka menyadari bahwa setiap aurat yang terlihat akan menimbulkan pengaruh buruk pada laki laki yang memandangnya dan juga pada dirinya sendiri,karena setiap pasang mata memandang akan dijadikan sebuah batu bata untuk membangun istananya kelak di neraka.Na’uzubillahimindzaalik.

Sebagai renungan bagi kita semua tidak salahnya penulis mencoba menulis tentang seorang akhwat.
Beliau bernama ER. bekerja di OK.RSI.Al-Ikhsan Baleendah Bandung.Selain Kebaikan kebaikan yang umum dikerjakan oleh akhwat akhwat shalihah lainnya. ada satu yang sangat membuat penulis kagum dan terheran heran melihatnya.

Ketika penulis berkunjung karena ada keperluan kerumahnya, didapati dirumahnya tidak ada siapa siapa selain dirinya. Penulis mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Dari dalam terdengar sahutan jawaban salam,tirai jendelapun tersibak sedikit. Sekilas nampak seraut wajah berkerudung sedang melihat siapakah gerangan tamunya diluar. dan ternyata yang dilihatnya adalah teman sepekerjaannya dan juga sahabat suaminya.

Beliau membukakan sedikit pintu dan yang tampak hanya sedikit wajahnya seraya berkata dengan penuh kesopanan kepada tamunya " Maaf kawan,dirumah sedang tidak ada suami saya. Tapi kalau sekiranya penting tolonglah untuk kembali lagi setelah suamiku pulang". Ucapnya sambil berkali kali beliau meminta maaf dari tamunya.

Penulis memaklumi keadaannya. Sungguh ternyata masih ada seorang istri yang benar benar dapat menjaga kehormatan suaminya sementara suaminya tidak sedang berada di rumah.

Dan akhir seruan kami adalah, bahwa sesungguh-nya segala puji adlah milik Allah Rabb bagi sekalian alam.

Catatan kaki:
• Al-Fatihah:2.
• Potongan dari ayat 11 dari Surah al-Syura.
• Surah Thaha: 5.
• Potongan dari hadits riwayat Imam Bukhari
• Hadits riwayat Imam Bukhari.
• Hadits riwayat Imam Muslim.
• Hadits riwayat Muslim.
• Hadits riwayat al-Hakim dan disahihkan oleh Albani.
• Al-aqidah al-islamiyah minal kitab wal- sunnah, h. 9, karya Syeikh Muhammad Jamil Zainu.
• Al-Aqidah al-Islamiyah, op.cit. h.8.
• Mu’jam alfazhul ‘aqidah, h. 104, karya ‘Amir al-falih.
• ‘Aqidatul firqah al-najiyah Ahlus sunnah wal jama’ah, h.8; karya Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
• Ibid. h.17.
• Mu’jam alfazhul ‘aqidah (op.cit) h.56.
• Al-Ubudiyah, h. 38. Karya Ibn Taimiyah.
• Al-’Aqidah al-Shahihah wa maa yudhaduha, karya Syeikh Ibnu Baz: h.28.
• Kitab al-Tauhid, karya Dr. Shalih al-Fauzan, h.16.
• Ibid. h.17.
• Jami’ al-’ulum wal hikam, karya Ibnu rajab, 2/h.119.
• Kitab al-Tauhid. Op.cit. h. 91-94.
• Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dll. Dan dishahihkan oleh Al-Bani.
• Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Albani.
• Fatwa Syeikh Utsaimin di dalam “Fatawi Islamiyah”:1/218.
• Lihat al-Thaharah was shalat wal-jana’iz, karya Syeikh Ibn Utsaimin, h.18.
• Hadits riwayat Turmudzi dan dinilai shahih oleh Albani.
• Semua kondisi ini ada di dalam Shahih Bukhari.
• Riwayat Abu Daud, dll. Dan dishahihkan oleh Albani.
• Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, dll. Dan dishahihkan oleh Albani.
• Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dll. Dan dishahihkan oleh Albani.
• Lihat: Rasa’il fil wudhu’i wal-ghasli wal-shalati, karya Ummi Abdillah, h.20-24.
• Muttafaq ‘Alaih.
• Lebih lanjut baca: Min Mukhalafati al-thaharati wal-shalati, karya Abdul ‘Aziz al-Sadhan.
• Lihat Fatawamar’ati al-muslimat, oleh Syeikh Ibnu Utsaimin: 1/223.
• Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
• Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan dishahihkan oleh Albani.
• Diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dan dishahihkan oleh Albani.
• Lihat “Shifat wudhu’ al-nabiy”, karya Fahhd al-Syuwaib; h.45-49.
• Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
• Min Mukhalafat al-thaharah wal-wudhu’, karya Syeikh Abdul ‘Aziz al-Sadhan, h.50-51.
• Fatwa Syeikh Ibnu Jibrin di dalam Fataw al Mar’ah, h.36.
• Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin di dalam Fatawa al-mar’ah, h.38.
• Diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
• Ibid.
• Fatwa Syeikh Ibnu Jibrin di dalam Fatawa al-mar’ah al-muslimah:2/282.
• Untuk lebih jelasnya, lihat “Fataw Nisa’iyah” oleh Ibnu Utsaimin.
• Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin di dalam “al-Fatawa al-Nisa’iyah, h.25.
• Majmu’ Fatawa 26/191.
• Lihat fatwa Syeikh Ibnu Baz di dalam Fataw al-Mar’ah, h.44.
• Surah al-Baqarah: 222.
• Lihat Fatwa Syeikh Muhammad bin Ibrahim, ra. Di dalam “Fatawa al-mar’ah al-muslimah:1/281.
• Fatwa Syeikh Abdurrahman al-Sa’adiy di dalam “Fatawa al-mar’ah al-muslimah: 1/280.
• Al-Fatawa al-Nisa’iyah (op.cit) h.39.
• Tuhfat al-Ikhwan bi ajwibati muhimmah tata’allaqu bi arkan al-islam, oleh Syeikh Ibnu Baz, h.179.
• Lihat: Fiqh al-haidh, oleh Ibnu Utsaimin, h.25 dan 26.
• Fatwa Sheikh Ibnu Jibrin di dalam “Fatawa al-mar’ah al-muslimah”:1/277.
• Fatwa syeikh Muhammad bin Ibrahim di dalam Fatwi al-mar’ah al-muslimah:1/292.
• Fatwa Syeikh Abdurrahman al-Sa’adiy, di dalam “Fatawa al-mar’ah al-Muslimah”:1/301.
• Fatwa Seikh Ibnu Jibrin di dalam “Fatawa wa fawa’id tahummu al-mar’ah al-muslimah”, h.75.
• Fatwa Syeikh Ibnu Baz di dalam “Fatawa al-mar’ah” h.46.
• Diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
• Untuk lebih jelas lihat shifat Shalat Nabi SAW di dalam “Fatawa hammah wa riwalah fi shifat shalat al-nabiy”. H.9-20. Oleh Syeikh Ibnu Baz dan Syeikh Ibnu Utsaimin.
• Risalah Sujud Sahwi, Karya Syeikh Ibnu Utsaimin. h.13-20.
• Fatawa Muhimmah tata’allqu bi al-shalat, oleh Syeikh Ibnu Baz. h. 32.
• Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin di dalam “Fatawa al-mar’ah” h.65.
• Fatwa Syeikh Ibnu Baz di dalam “Fatawa al-mar’ah”, h.76.
• Fatwa Syeikh Ibnu Baz di dalam “Fatawa al-mar’ah” h.78.
• Ibid. h.77.
• Fatwa Lajnah Da’imah di dalam “Fatawa al-Mar’ah”, h.79.
• Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin di dalam “Fatawa al-Mar’ah, h.143.
• Fatwa Seikh Ibnu Jibrin di dalam “Fatawi wa fawa’id tahummu al-mar’ah al-muslimah”, h.81.
• Fatwa Syeikh Ibnu Baz di dalam “Fatawa Islamiyah”:1/85.
• Fatwa Seikh Ibnu Jibrin di dalam “Fatawi wa fawa’id tahummu al-mar’ah al-muslimah”, h.90.
• Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin, di dalah “Fatawa Islamiya”:2/136.
• Fatwa Lajnah Da’imah di dalam “Fatawa Islamiyah”:2/137.
• Fatwa Syeikh Ibnu Baz di dalam “Fatawa Islamiyah”:2/137.
• Fatwa Lajnah Da’imah di dalam “Fatawa Islamiyah”:2/147.
• Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin di dalam “Fatwa Islamiyah”, 2/154.
• Fatwa Syeikh Ibnu Baz di dalam “Fatawa Islamiyah”:2/165.
• Fatwa syeikh Shalih al-Fauzan di dalam “Fatawa al-Mar’ah al-muslimah”, h.375.
• Fatwa Lajnah Da’imah di dalam “Fatawa Islamiyah”:2/234.
• Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin di dalam “Fatawa al-mar’ah”, h.178.
• Fatwa Sheikh Shalih al-Fauzan di dalam “Fatawa al-mar’ah al-muslimah”:1/471.
• Fatwa Syeikh Ibnu Baz di dalam “Fatawa al-mar’ah al-muslimah”:2/535.
• Fatwa Sheikh Shalih al-Fauzan di dalam “Fatawa al-mar’ah al-muslimah”:1/438.
• Ibid. 1/432.
• Lihat; “Rasa’ilul-afrah linnisa’ faqath”, karya Sheikh Abdullah al-Jarullah, h.37.
• Lihat lebih lanjut: “Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah fil kitab wal sunnah”, karya Albani, h.39-216.
• Lihat: Mukhalafat fil-hajji wal ‘umrah, karya Abdul Aziz al-Sadhan.
• Lihat lebih lanjut di dalam “Al-Tahqiq wal idhah” oleh Ibnu Baz, h. 23-28.
• Lihat lebih lanjud di dalam kitab “Manasik al-hajji wal-’umrah fil kitabi wal-sunnah wa atsrus salaf” Oleh Albani, h.4-43.
• Lihat Fatwa Sheikh Ibnu Jibrin di dalam “Fatawa al-mar’ah” h.143.
• Lihat Fatwa syeikh Shaleh al-Fauzan di dalam “Fatawa al-mar’ah al-muslimah”:1/330.
• Lihat kitab Al-Nihayah fi gharibil atsar, karya Ibn al-Atsir: 1/197.

0 comments: