20130330

Blok Syaraf Perifer

Resiko terbesar yang terjadi segera dari blok syaraf adalah toksisitas sistemik dari suntikan yang tidak sengaja ke dalam intravascular. Tertundanya toksisitas dapat diikuti saat suntikan awal anestesi local yang cepat atau jumlah berlebih yang diserap secara sistemik.

Anestesi yang baik untuk tindakan pembedahan hanya dapat dicapai bila zat anestesi lokal disuntikankan pada saraf yang akan diblok dengan tepat.

Suatu suntikan perineural dapat menghasilkan parestesia akibat penekanan singkat, sedangkan injeksi intraneural menghasilkan rasa terbakar sebagai peringatan untuk segera mengakhiri suntikan dan memposisikan kembali jarumnya.

Pendekatan interscalene adalah paling optimal untuk prosedur pada bahu, lengan dan tangan. Injeksi setinggi interscalene untuk menghasilkan blok yang paling kuat pada dermatom dan berkurang di dermatomC8-T1.

Pendekatan axillary ke plexus brakhialis paling optimal untuk prosedur dari siku ke tangan. Pendekatan ini untuk menghasilkan blok yang paling kuat pada distribusi dari C7-T1 (syaraf ulnaris).

Blok Infraclavicular menyediakan anestesi secara homogen baik pada plexus brakhialis dan dapat digunakan untuk prosedur-prosedur pada tangan, siku, lengan bawah dan atas dan sangat memungkinkan meletakkan kateter untuk analgetik postoperative.

Anestesia regional inravena, disebut juga Bier blok, dapat memberikan anesthesia pembedahan untuk prosedur-prosedur bedah singkat (< 45–60 menit) pada lengan, tangan dan bahkan kaki.

Suatu blok syaraf femoral sangat berguna dalam beberapa prosedur pada paha dan lutut, seperti skin grafting, arthroskopi lutut dan bedah patella atau sebagai penambah pada prosedur-prosedur bagian distal lutut yang memerlukan anestesi pada aspek medial kaki bagian bawah (distribusi saphenous).

Telah ada minat baru pada blok fasia iliaca. Karena tidak memerlukan suatu stimulator syaraf, dapat dilakukan sangat cepat, tidak terlalu stimulasi dan pasien-pasien sering kali tidak membutuhkan sedasi. Itu berguna pada prosedur-prosedur pada pinggul, paha dan lutut.

Blokade syaraf sciatic bermanfaat untuk beberapa prosedur pembedahan pada pinggul, lutut atau ekstremitas bawah. Syaraf dapat berhasil diblok pada beberapa tempat sepanjang jalur syarafnya.

Blok syaraf popliteas bermanfaat untuk pembedahan pada kaki dan tumit dan terjadi komplit anesthesia pada distal lutut jika blok syaraf saphenous (akhir dari syaraf femoral) secara terpisah juga termasuk.

Blok syaraf paravetebral meningkat digunakan sebagai teknik yang efektif untuk analgesia postoperasi pada mastektomi, repair hernia inguinal dan beberapa prosedur pada dada dan badan.

BLOK SYARAF PERIFER: PENGENALAN

Kemajuan di dalam alat-alat jarum, anestesi lokal lebih aman dan perkembangan menempatkan selang kateter untuk infus perineural telah membawa perubahan dalam anesthesia regional; fokus sudah bergeser dari awalnya anestesi regional intraoperatif ke anestesia regional intraoperatif dan postoperative.

Dasar keberhasilan dari anestesi regional adalah memposisikan yang benar ujung jarum dalam selubung perineural, sebelum menyuntikan anestesi lokal. Di masa lalu, ini tercapai dengan menimbulkan suatu parestesia dengan ujung jarum atau dalam kasus pada blok syaraf axillaris, menggunakan pendekatan transarterial. Bisa keluar dari ketakutan parestesia-pareatesia yang menetap atau luka arteri atau oleh karena kemajuan dari keahlian khusus dan perkembangan teknologi terbaru, ahli anestesi sekarang umumnya menggunakan alat stimulasi syaraf untuk membantu menentukan lokasi ujung jarum. Penggunaan alat stimulasi syaraf tidak bebas dari resiko, seperti telah dilaporkan morbiditas alat-alat ini, penyedia mencari peralatan yang optimal. Teknologi lain yang sedang dipelajari adalah ultrasound, Doppler, dan sensor stimulasi syaraf. Sekarang ini cara terbaik untuk menetapkan lokasi ujung jarum didasarkan pada suatu respon motor kepada rangsangan syaraf; suatu respon motor pada kira-kira 0,5 mA menunjukkan bahwa jarum itu di dalam posisi dan anestetik lokal dapat disuntikan.

INDIKASI

Pemilihan anestesi ditentukan oleh comorbiditas pasien dan mendapat persetujuan termasuk mengerti semua pilihan yang tersedia dan resiko-resiko serta manfaat-manfaatnya. Pertimbangan-pertimbangan penting di dalam mendiskusikan aneka pilihan anesthetic termasuk pantas tidaknya teknik untuk jenis pembedahan, pilihan ahli bedah itu, pengalaman dari ahli anestesi dan fisiologi serta status mental dari pasien.

Penggunaan blok syaraf perifer sedang meningkat; digunakan sebagai primer dan teknik anestesi tunggal untuk memudahkan pembedahan tanpa rasa sakit, ditambah dengan monitoring perawatan anestesi (sedasi sedang) atau dengan anestesi umum ringan dengan proteksi jalan nafas dengan laryngeal mask airway (LMA) atau dimulai preoperative tetapi terutama untuk analgesi postoperatife.

Kepuasan pasien diperbaiki, ada sedikit kelemahan anesthesia regional dibandingkan dengan anesthesia umum (terutama sekali pada pasien-pasien yang lebih tua), dan ada bukti baru bahwa blok syaraf perifer (anestesia regional) bersifat sedikit immunosuppressive dibanding anestesia umum. Blok syaraf perifer meski bukanlah bebas resiko, mereka menawarkan satu alternatif yang sempurna untuk pasien-pasien yang memiliki masalah mual dan muntah sesudah operasi, beresiko untuk berkembang menjadi hipertermi malignan, atau yang hemodynamiknya dipermasalahkan untuk anesthesia umum.

Kerugian dari blok syaraf perifer, meskipun jarang, termasuk toksisitas dari anestesi local, parestesia kronik dan kerusakan syaraf dan tergantung syaraf-syaraf yang dianestesi (blok interscalenus, blok supraclaviular dll), gagal pernafasan karena blockade syaraf prinikus dan kejang-kejang karena suntikan ke dalam arteri.

Ketika mendiskusikan pemakaian blok syaraf perifer untuk kelebihan suatu anestesi regional dibandingkan dengan anestesi umum, resiko-resiko dan manfaatnya dari kedua teknik yang harus dibahas dengan pasien sehingga pasien dapat membuat satu pilihan.

KONTRAINDIKASI

Kebanyakan kontraindikasi pada blockade syaraf perifer yang menggunakan anestesi lokal bersifat relative, pada beberapa pasien tidak ada cara manapun yang baik antara anestesi regional atau umum dan karena itu, dokter harus memutuskan yang aman dan mempertimbangkan sesuai dengan pasien (Tabel 17-1).

  1. Ini bersifat kontraindikasi relatif. 
  2. Toksisitas harus diantisipasi jika jumlah syaraf yang harus dianestesi memerlukan terlalu banyak anestesi lokal (misalnya, blok syaraf axiller bilateral). 
  3. Jika pasien mempunyai kelumpukan syaraf prinikus kontralateral, blok interscalenus ipsilateral akan menjadi kontraindikasi.

Anestesi regional relatif memerlukan pasien-pasien kooperatif dan untuk itu, pasien-pasien pediatrik, suka melawan dan gila dapat menjadi tantangan bagi ahli anestesi. Banyak blok syaraf perifer pada pasien-pasien pediatric dilakukan setelah diinduksi anestesi umum. Pada pasien-pasien dewasa, bagaimanapun, ada beberapa ketentuan melakukan blok syaraf perifer pada pasien yang dianestesi yang tidak respon pada suntikan intraneuronal, meningkatkan resiko keadaan yang kurang baik pada pasien. Selanjutnya pada pasien gila atau suka melawan, meskipun anestesi regional dapat dilakukan, anestesi umum bisa juga diperlukan untuk memastikan bahwa pasien tetap tenang selama prosedur pembedahan. Jika diinduksi anestesi umum, bisa jadi dianggap bahwa tidak ada pengurangan dalam nyeri postoperative sebagai hasil menggunakan blok syaraf perifer, kemudian resiko-resiko tambahan harus tidak diasumsikan juga oleh penggunaan teknik anestesi regional.

Gangguan perdarahan yang dipicu dengan suatu antikoagulan atau sebagai hasil cacat genetic (hemophilia) atau suatu cacat yang didapat (disseminated intravascular coagulation) meningkatkan resiko-resiko yang berhubungan dengan anestesi regional. Suatu hematom di dalam selubung syaraf perifer meningkatkan resiko dari kerusakan syaraf iskemik dan blok pada sekitar ekstremitas (tumit), dapat menjadi iskemik anggota badan atau jari.

Infeksi pada aliran darah juga suatu kontraindikasi relative pada anestesi regional. Kebanyakan ahli anestesi jika diindikasikan akan melakukan suatu suntikan tunggal blok syaraf perifer; bagaimanapun jika pasien benar bakterimia, menempatkan suatu kateter untuk memberikan anestesi/analgesi postoperative harus dipertimbangkan dan sebaiknya dihindarkan, sebab kateter ini sebagai sumber infeksi. Semua pasien beresiko dari toksisitas local anestesi jika disuntik ke dalam ruang intravaskuler. Beberapa blok, bagaimanapun memerlukan volume yang besar anestesi local untuk menjadi efektif jika, multipel syaraf diblok, resiko dari toksisitas lokal anestesi sangat besar. Contoh-contoh termasuk blok axiller untuk prosedur tangan bilateral dan multipel blok syaraf intercostal thorak untuk flail chest.

Akhirnya, pasien-pasien dengan keadaan sebelumnya neuropati perifer bisa meningkatkan resiko kerusakan syaraf permanen, atau jika cacat syaraf kontralateral, blockade syaraf ipsilateral menjadi perhatian, misalnya suatu blok interscalenus pada pasien dengan paralisis syaraf prenikus kontralateral.

PILIHAN DARI ANESTESI

Anestetik local dibahas di tempat lain (lihat Bab 14), tetapi jika melakukan suatu blok, ahli anestesi harus mempertimbangkan toksisitas dari obat yang digunakan dan karakteristik masing-masing local anastetik seperti waktu onset dan durasinya, derajat blok sensorik lawan motorik dan toksisitas pada jantung dari volume besar anestetik local ke dalam selubung perineural.

Penempatan dari Blok

Karena melakukan blok syaraf perifer memerlukan waktu dan perputaran waktu dari kamar operasi adalah terbatas, prosedur sering dilakukan pada ruang tindakan yang secara khusus dirancang, dengan kata lain ruang blok. Meskipun anestesi regional relative aman, pasien dibawah suatu anestesi regional harus mempunyai pemantauan cukup, Petunjuk pertemuan American Society of Anesthesiologists (ASA), dan harus dalam pemberian penambahan oksigen (nasal kanul atau face mask) dengan tersedia peralatan resusitasi.

Resiko terbesar yang terjadi segera dari blok syaraf adalah toksisitas sistemik dari suntikan yang tidak sengaja ke dalam intravascular. Tertundanya toksisitas dapat diikuti saat suntikan awal anestesi local yang cepat atau jumlah berlebih yang diserap secara sistemik. Kadar puncak di darah terjadi pada berbagai waktu setelah blok. Suatu kecurigaan indeks yang tinggi diperlukan untuk mendeteksi gejal-gejala awal dari toksisitas sistemik. Sebagai tambahan pada aspirasi dari spuit, banyak klinisi selalu menggunakan 3 mL dosis uji dari anestetik local dengan 1:200,000 (5 g/mL) atau1:400,000 (2.5 g/mL) epineprin untuk mendeteksi penempatan jarum atau kateter intravaskuler. Suatu peningkatan denyut jantung yang lebih 20% dari baseline adalah indikasi umum dari suntikan intravaskuler. Pemberian dosis bertahap (suntikan 5 mL pada waktu yang sama) dengan dengan sering aspirasi sebentar-sebentar membantu meminimalkan resiko dari suntikan intravaskuler. Teknik "immobile needle" tidak menggerakan jarum, sering digunakan untuk mencegah jarum bergerak selama suntikan:tabung intravena diletakkan antara jarum dan spuit bahwa jarum dapat mudah distabilisasi pada posisi yang benar dan tidak siap digantikan oleh suntikan. Satu asisten biasanya mengaspirasi dengan spuit dan menyuntik ketika diminta untuk melakukannya, membiarkan operator menggunakan satu tangan untuk palpasi dan yang lain untuk mengendalikan jarum.

Anestesi yang baik untuk tindakan pembedahan hanya dapat dicapai bila zat anestesi lokal disuntikankan pada saraf yang akan diblok dengan tepat. Solusi anestetik lokal yang sering digunakan untuk anestesi pada pembedahan termasuk Lidokain 1,5-2%, mepivakain 2%, bupivakain 0,5%, levobupivakain 0,5% atau ropivakain 0,5%. Banyak solusi-solusi diencerkan digunakan untuk analgesi postoperative. Teknik suntikan termasuk penggunaan blok field, keyakinan hubungan anatomi yang tetap, mendapatkan parestesia-parestesia dan penggunaan stimulator syaraf.

Premedikasi

Premedikasi dengan dosis kecil suatu benzodiazepine dan/atau opioid membantu mengurangi rasa cemas dan menaikan ambang rasa sakit. Derajat sedasi bervariasi menurut praktisi, tetapi pada umumnya hanya sedasi ringan yang diinginkan saat timbul parestesia-parestesia yang dipakai untuk melokalisasi syaraf. Penggunaan stimulator syaraf dilakukan dengan sedasi dalam. Penambahan oksigen secara umum diberikan pada semua pasien melalui nasal kanul atau face mask untuk mengurangi insiden hipoksia selama pemberian sedasi.

Blok Bidang

Suntikan tunggal atau multipel anestetik lokal dengan volume yang relative besar dalam lokasi umumnya syaraf-syaraf kulit menghasilkan blok bidang. Blok superficial plexus cervical adalah contoh suatu blok bidang. Blok bidang iasa juga digunakan sebagai tambahan blok plexus brachial axillaris dan ankle. Ahli bedah sering menggunakn blok bidang untuk operasi-operasi minor, superficial. Teknik ini bisa juga digunakan sebagai tambahan di sekitar blok syaraf perifer atau saat level dari blok neuroaxial mulai berkurang. Ketika sejumlah besar volume dari anestetik local disuntikan menggunakan pengenceran konsentrasi dan penambahan epineprin (1:200.000 [5 g/mL] atau 1:400.000 [2.5 g/mL]) membantu mengurangi absorbsi sistemik dan kemungkinan toksisitas sistemik.

Hubungan Anatomi

Beberapa syaraf blok teknik-teknik bersandar pada suatu hubungan konstan anatomic untuk menempatkan posisi jarum benar. Ketinggian di dalam axilla, plexus brakhialis itu adalah selalu di dalam asosiasi yang dekat dengan arteri aksiler di dalam sarung pelindung axillary. Seperti yang digambarkan kemudian, di dalam teknik transarterial dari suatu blok plexus brakhialis, nadi/jalan utama itu ditempatkan dan anestetik lokal disuntik sedikit di atas dan di bawah nya(itu. Dengan cara yang sama, syaraf musculocutaneous dapat dihalangi karena bepergian di dalam tubuh dari otot coracobrachialis; suntikan otot coracobrachialis dapat oleh karena itu digunakan untuk melengkapi axillary atau interscalene plexus brakhialis anesthesia. Syaraf-syaraf yang antara tulang-tulang iga bepergian di suatu bundel neurovascular di undersurface dari perbatasan yang lebih rendah dari tiap tulang rusuk. Syaraf memelihara satu posisi yang lebih rendah di dalam bundel; dari inferior yang lebih pandai daripada, order(pesanan itu adalah pembuluh darah, nadi/jalan utama, dan syaraf (VAN). Masing-masing syaraf yang antara tulang-tulang iga dapat oleh karena itu dihalangi oleh satu suntikan di perbatasan yang lebih rendah dari tulang rusuk yang sesuai. Dengan cara yang sama, syaraf yang femoral mempunyai suatu posisi yang tetap di suatu bundel neurovascular karena bepergian di dalam saluran yang femoral. Syaraf yang femoral adalah selalu cabang samping kepada nadi/jalan utama; dari cabang samping ke di tengah-tengah order(pesanan itu adalah syaraf, nadi/jalan utama, pembuluh darah, ruang(spasi kosong, dan mengandung getah bening (PUSAR).

PENIMBULAN PARESTESIA

Ketika suatu jarum membuat kontak langsung dengan suatu saraf indera, suatu parestesia ditimbulkan dalam bidang nya dari distribusi yang berhubungan dengan perasaan. Dengan teknik ini, adalah penting untuk memastikan bahwa jarum sedang menghubungi syaraf dibanding penetrasi nya(itu, dan bahwa suntikan di dalam dekatnya kepada syaraf (perineural) dibanding di dalam unsur pokok nya (intraneural). Tekanan tinggi yang dihasilkan oleh suatu suntikan intraneural yang langsung dapat menyebabkan hidrostatis (ischemic) luka ke serabut-serabut syaraf. Suatu suntikan perineural boleh menghasilkan suatu penekanan yang singkat parestesia, sedangkan satu suntikan intraneural menghasilkan satu yang kuat, pembakaran nyeri bahwa bertindak sebagai suatu peringatan untuk dengan segera berakhir/mengakhiri suntikan dan posisi kembali jarum. Penderitaan bantuan intensitas dan jangka waktu membedakan antara penekanan dan intraneural suntikan. Penggunaan dari siku-siku yang tumpul (B) siku-siku) jarum-jarum muncul untuk mengurangi timbulnya yang kecil dari trauma syaraf berhubungan dengan blok syaraf perifer. B siku-siku menggoda/menjahit mempunyai suatu lebih sedikit tip yang tumpul dan stek lebih kecil membingkai dibanding jarum-jarum yang reguler. Desain ini membantu syaraf-syaraf desakan ke samping atas kontak, sebagai ganti penembusan mereka. Banyak clinicians juga percaya bahwa tip yang tumpul menyediakan umpan balik lebih baik, membiarkan penghargaan lebih baik jaringan/tisu naik pesawat terbang dan penetrasi kompartemen-kompartemen fascial.


Stimulasi Syaraf

Arus elektrik low-level menerapkan dari ujung suatu jarum dapat menimbulkan kontraksi otot spesifik ketika jarum itu di dalam dekatnya yang dekat ke(pada suatu saraf motor. Satu kepemimpinan dari suatu perangsang syaraf keluaran yang rendah terikat kasih sayang dengan suatu kepemimpinan jarum dan yang lain dikandaskan di tempat lain di pasien. Bagian bawah arus diperlukan ketika kepemimpinan yang negatif terikat kasih sayang dengan menjelajah jarum. Jarum-jarum yang khusus yang digunakan dibatasi dan mengizinkan arus yang ada hanya di tip untuk lokalisasi yang tepat syaraf-syaraf, sedangkan perangsang-perangsang syaraf menggunakan kirim suatu linear, keluaran arus tetap dari 0.1-6.0 mA. Kontraksi otot terjadi dan meningkat di dalam intensitas seperti(ketika jarum mendekati syaraf dan mengurangi ketika jarum pindah. Lebih dari itu, singkatan-singkatan yang ditimbulkan memerlukan sangat sedikit arus seperti(ketika jarum mendekati syaraf. Ancangan optimal menghasilkan singkatan-singkatan yang ditimbulkan dengan 05 mA atau lebih sedikit, blok-blok sukses tetapi dapat sering kali diperoleh dengan jarum memposisikan bahwa singkatan-singkatan hasil dengan sebanyak seperti 1 mA. Characteristically, respon yang ditimbulkan dengan cepat mengurangi (memudar) setelah suntikan dari 1-2 mL dari anestetik lokal. Tambahan temporer bisa mengamati di hadapan pemadaman/pemunahan respon motor karena secara penumpang sementara solusi-solusi anesthetic bersifat ion memudahkan kepemimpinan arus. Low


PROFILES IN ANESTHETIC PRACTICE 

Roy A.Greengrass,MD


Anestesia Regional & Praktek Klinis

Satu dermawan pria 88-year-old dijadwalkan untuk perbaikan dari hernia yang inguinal yang kumat yang kiri. Ia mempunyai suatu sejarah kebingungan dengan administrasi tentang segala opioid. Ia pasti mempunyai perawatan rekonstruksi urethral sebelumnya. Satu menghadiri urologis adalah terkait bahwa dalam hal catheterisasi retensi urin air kencing akan menjadi yang penuh resiko. Apakah [yang merupakan] opsi yang anesthetic untuk pasien ini?

Seorang manusia 45-year-old dijadwalkan untuk bahu total arthroplasty untuk osteoarthritis yang parah; sulit; keras; berat dari bahu. Ia mempunyai nyeri kronis di mana ia di opioid-opioid dosis yang besar. Suatu (pelajaran) pelengkap dapat berjalan yang terbaru terbuka prosedur bahu di bawah anesthesia umum dihubungkan dengan nyeri sesudah operasi yang parah; sulit; keras; berat, yang tidak terkendali dengan dosis-dosis yang standar dari opioid-opioid yang kedalam pembuluh darah, opname keharusan. Apakah [yang merupakan] opsi yang anesthetic untuk ini bahu pasien yang total arthroplasty?

Anesthesia umum adalah aman, efisien, dan efektif seperti yang dijadikan bukti oleh administrasi sukses (di) atas masa lampau 120 tahun. Adalah menarik, meskipun [demikian], bahwa mekanisme-mekanisme dari anesthesia umum tinggal satu teka-teki bahkan hari ini!

Bersamaan waktu dengan penemuan dari anesthesia umum adalah pengamatan atas efek samping berhubungan dengan penggunaan nya termasuk mual dan memuntahkan, retensi urin, dan pengamatan yang berubah, di antaranya. anesthetics Yang paling umum bukanlah obat penghilang sakit dan, sesungguhnya, mempunyai baru-baru ini dengan tujuan untuk antianalgesic pada awal sesudah operasi period1 In suatu penelitian artikel tinjauan ulang postdischarge gejala-gejala setelah perawatan pasien rawat jalan, itu ditentukan bahwa suatu cukup banyak pasien-pasien mengalami melembutkan kepada nyeri yang parah; sulit; keras; berat, terutama sekali setelah prosedur-prosedur yang bedah tulang. Nyeri ini mengalami menghalangi aktivitas dari yang sehari-hari tinggal dan menimbulkan memperpanjang pemulihan kesehatan, biaya-biaya dengan mantap sekunder yang meningkat.2

Suatu kesulitan perawatan yang dapat berjalan, hampir unik kepada anesthesia dan opioid-opioid umum, adalah mual dan memuntahkan. Mual dan memuntahkan betul-betul faktor penentu yang paling penting unit kepedulian postanesthetic yang diperpanjang (PACU) tinggal di dalam anesthesia,3 dapat berjalan dan telah digambarkan oleh pasien-pasien seperti(ketika lebih banyak pelemahan dibanding nyeri

Anesthesia regional sudah dilaksanakan untuk lebih suatu abad dan, seperti anesthesia umum, mempunyai suatu sejarah dari periode-periode ketenaran yang ditingkatkan dan yang dikurangi. Anesthesia regional sekarang ini akan menjadi terus meningkat menggunakan di dalam praktek klinis, terutama sekali dengan peningkatan pemanfaatan perawatan yang dapat berjalan.

"-Regional" anesthesia, ketika nama menyarankan, menyiratkan bahwa yang anesthetic adalah yang terbatas pada bagian dari tubuh melibatkan di dalam prosedur yang pembedahan. Membatasi anesthetic kepada lokasi dari perawatan juga membatasi efek samping dan tekanan yang fisiologis berhubungan dengan perawatan. Anesthesia regional menyetujui keuntungan-keuntungan (di) atas anesthesia umum lain, termasuk pengurangan kehilangan darah dari 20-50% di dalam banyak prosedur, pelaifan status(negara hypercoagulable berhubungan dengan surgery,4 dan lebih sedikit campur tangan dengan immunocompetence.

Pendukung pengobatan berbasis bukti keuntungan-keuntungan yang klinis anesthesia regional sedang mengumpulkan. Di suatu artikel yang terbaru yang membandingkan blok syaraf perifer anesthesia dan infraclavicular umum untuk prosedur-prosedur tangan, suatu cukup banyak pasien-pasien yang menerima anesthesia regional adalah mampu membypass ruang; kamar kesembuhan. Tidak satu pun dari pasien-pasien yang menerima anesthesia regional sudah harus diperlakukan karena nyeri sesudah operasi sebelum pemecatan. Pasien-pasien yang menerima anesthesia sebelumnya ambulated regional dan sebelumnya yang dipecat, menghasilkan uang tabungan biaya penting dan tingkatkan kepuasan pasien yang dibandingkan dengan pasien-pasien yang menerima anesthesia umum5.

Meski studi-studi yang mempertunjukkan keuntungan-keuntungan hasil anesthesia jangka pendek yang dalam kaitan dengan?dengan menggunakan istilah regional bersifat menarik, kemungkinan hasil penambahan anesthesia jangka panjang regional akan menjadi satu bidang dari bunga(minat dan penyelidikan yang kuat. Anesthesia dan perawatan umum bertindak bersama-sama untuk menindas immunocompetence dan boleh meningkatkan kedua-duanya kepekaan kepada infeksi/peradangan dan sebaran metastatik dari tumors6,7 Regional anesthesia dengan mantap memperbaiki immunocompetence dengan menghindari agen-agen yang telah ditunjukkan untuk menjadi immunosuppressive (anesthetics umum, opioid-opioid), dan juga barangkali oleh kemampuan anestetik lokal sendiri untuk menindas response yang berapi-api/penyebab radang8. Itu adalah berharap agar riset ini akan melahirkan/menyebabkan bunga(minat ke dalam aplikasi dan penyelidikan lebih tersebar luas teknik-teknik anesthetic regional.

Perilaku dari kasus 1: Anesthesia umum (barang kepunyaan autonomic) dan neuraxial pusat anesthetics mempunyai suatu timbulnya yang serupa retensi urin yang mengikuti perawatan hernia. Teknik-teknik anesthetic regional mempunyai sepersepulah timbulnya ini. Pasien menerima paravertebral anesthesia regional untuk herniorrhaphy nya dan dipecat dari PACU setelah kekosongan. Ia mempunyai satu pemulihan kesehatan yang tak banyak peristiwanya.

Perilaku dari kasus 2: Untuk bahu total arthroplasty, pasien menerima anesthesia interscalene regional berkelanjutan membiarkan awal pemecatan dan pemulihan kesehatan di rumah memanfaatkan satu penuangan anestetik lokal yang dapat berjalan.
  1. Zhang Y, Eger E, Dutton RC, Sonner JM: Inhaled anesthetics have hyperalgesic effects at 0.1 minimum alveolar anesthetic concentration. Anesth Analg 2000;91:462. [PMID: 10910869].
  2. Wu CL, Berenholtz SM, Pronovost PJ, Fleisher LA: Systematic review and analysis of postdischarge symptoms after outpatient surgery. Anesthesiology 2002; 96:994. 
  3. Green G, Jonsson L: Nausea: The most important factor determining length of stay after ambulatory anaesthesia: A comparative study of isoflurane and/or propofol techniques. Acta Anaesthesiol Scand 1993;37:742. [PMID: 8279247].
  4. Tuman KJ, McCarthy RJ, March PJ, et al: Effects of epidural anesthesia and analgesia on coagulation and outcome after major vascular surgery. Anesth Analg 1991;73:696. [PMID: 1952169]. 
  5. Hadzic A, Arliss J, Kerimoglu B, et al: A comparison of infraclavicular nerve block versus general anesthesia for hand and wrist day-case surgeries. Anesthesiology 2004;101:127. [PMID: 15220781].
  6. Tsuchiya Y, Sawada S, Yoshioka I, et al: Increased surgical stress promotes tumor metastasis. Surgery 2003;133: 547. 
  7. Matsuoka H, Kurosawa S, Horinouchi T, et al: Inhalation anesthetics induce apoptosis in normal peripheral lymphocytes in vitro. Anesthesiology 2001;95:1467. [PMID: 11748407].
  8. Hollmann MW, Durieux ME: Local anesthetics and the inflammatory response. Anesthesiology 2000;93:858. [PMID: 10969322]
Bacaan Terkait:

BLOK SYARAF PERIFER: PENGENALAN

BLOKADE SOMATIK PADA EKSTREMITAS ATAS

0 comments: