20130109

MENGENAL PENYAKIT ENDOMETRIOSIS

Penting buat wanita
 
Endometriosis merupakan sebuah kondisi kelainan yang terdapat pada lapisan yang berfungsi melindungi rongga kehamilan (endometrium). Kondisi normal adalah endometrium seharusnya berada pada rongga rahim, namun pada kasus endometriosis, endometrium tumbuh pada luar rahim. Endometriosis sering terjadi pada organ-organ seperti indung telur, pada usus, kandung kemih dan dalam kondisi tertentu terjadi pada seluruh daerah panggul.

Endometriosis meskipun tidak termasuk ke dalam golongan penyakit yang mematikan, namun jangan dianggap remeh, karena dapat mengganggu kesuburan wanita serta dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Jika endometriosis ini sampai menyebar hingga ke otak dan paru-paru, penderita yang mengidap endometriosis dapat mengalami pengempisan paru-paru dan mengalami kejang setiap kali haid. Sakit saat datang bulan yang tidak normal merupakan keluhan yang sering terjadi pada penderita endometriosis. Tanda umum lainnya adalah susahnya mendapat keturunan. Hal ini disebabkan karena endometriosis dapat merusak struktur organ reproduksi wanita serta mengurangi sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sperma yang masuk.

Endometriosis tidak digolongkan ke dalam kanker, meski jaringannya tumbuh secara abnormal. Ketidaknormalan endometriosis tidak disebabkan oleh sifat jaringannya, tetapi disebabkan oleh letaknya yang berada di luar rahim perempuan. Pada perempuan yang tidak sedang hamil, haid akan membuang endometrium dan pada saat kehamilan, endometrium menjadi sebagai salah satu bahan makanan bagi sang janin.

Endometriosis dapat menyebabkan tidak berfungsinya beberapa organ reproduksi wanita, biasanya dapat mengganggu dari saluran telur, indung telur dan lainnya. Endometriosis dapat menyebabkan sulitnya proses pembuahan, sehingga janin akan sulit terbentuk. Inilah penyebab pengidap endometriosis akan sulit mendapatkan anak. Kemudian, jika terjadi kehamilan, maka terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan) akan berpeluang besar.

Gejala-gejala

Endometriosis memiliki gejala khas antara lain:

Pada saat menstruasi, perut akan terasa nyeri, kadang diikuti oleh kejang-kejang di otot perut
Sakit pada pinggang
Bagian panggul akan terasa nyeri, di daerah belakang dan samping panggul
Jika pernah mengalami sakit maag, maka gejala endomteriosis akan mirip saat sakit perut ketika mengalami maag
Saat buang air besar terasa sakit pada daerah anus dan sekitarnya
Ada kecenderungan vagina menebal
Sebelum tiba siklus haid didahului oleh munculnya bercak merah
Pada saat berhubungan terasa sakit
Saat haid Jumlah darah yang keluar berlimpah

Pengobatan

Bagi wanita yang sering mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan diatas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Melalui pemeriksaan terhadap rahim dengan pemeriksaan ultrasound melalui vaginal sonography.
Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit.
Jika endometriosis terjadi akibat adanya gangguan hormonal, maka hal ini dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan pengatur produksi hormon.
Jika terdapat ‘chocolate cyst’ ataupun keadaan rahim yang terbalik (retroverted), pembedahan akan dilakukan. Pembedahan akan membetulkan rahim dengan menjahit rahim ke otot perut di bagian depan (ventro-suspension of the uterus). Setelah ini dilakukan, bagian peranakan serta bagian sekitarnya akan dibasuh dengan cairan untuk menghilangkan segala kotoran dan keracunan yang dikeluarkan oleh endometriosis. Jika pembedahan pada saluran fallopian, tersumbat ketika pembedahan, maka pembedahan akan dilakukan sekali lagi.
Jika endometrisosis dalam bentuk kista, penyembuhan dapat dilakukan dengan operasi laparoskopi diikuti dengan terapi hormonal.
Jika operasi berjalan dengan baik, maka perempuan yang mengalami endometriosis ringan sebelumnya besar kemungkinan akan kembali bisa hamil kembali, tapi ada pula beberapa kasus perempuan yang menderita endometriosis dapat hamil tanpa dilakukan operasi terlebih dulu, lalu gejala endometriosisnya bisa berkurang.

Pilihan pengobatan untuk endometriosis :

Gonadotropin releasing hormone analogs (GnRH analogs)

Gonadotropin-releasing hormone analogs (GnRH analogs) telah digunakan secara efektif untuk membebaskan nyeri dan mengurangi ukuran dari endometriosis implants. Obat-obat ini menekan produksi estrogen oleh indung-indung telur dengan menghambat sekresi (pengeluaran) hormon-hormon pengatur dari kelenjar pituitary. Sebagai akibatnya, periode-periode menstruasi berhenti, meniru menopause. Bentuk-bentuk nasal (hidung) dan suntikan dari GnRH agonists tersedia.

Efek samping : rasa-rasa panas, vagina kering, perdarahan vagina yang tidak teratur, perubahan-perubahan suasana hati, kelelahan, dan kehilangan kepadatan tulang (osteoporosis).

Pil-pil pencegahan kehamilan oral

Pil-pil pencegahan kehamilan oral (estrogen dan progesteron dalam kombinasi) juga adakalanya digunakan untuk merawat endometriosis. Kombinasi yang paling umum digunakan adalah dalam bentuk pil pencegah kehamilan oral atau oral contraceptive pill (OCP). Efek samping : penambahan berat badan, keperihan payudara, mual, dan perdarahan yang tidak teratur, peningkatan nafsu makan, pembengkakan pergelangan kaki

Progestins

Progestins [contohnya, medroxyprogesterone acetate (Provera, Cycrin, Amen), norethindrone acetate, norgestrel (Ovrette)] adalah lebih kuat daripada pil-pil pencegah kehamilan. Efek samping : kembung, penambahan berat badan, perdarahan kandungan yang tidak teratur, dan depresi

Danazole

Efek samping : penambahan berat badan, suara lebih berat, pertumbuhan rambut, vagina kering, pembengkakan pergelangan kaki, kram otot, payudara mengecil, perubahan suasana hati, perdarahan diantara 2 siklus, kelainan fungsi hati.

Yang perlu diwaspadai adalah, penyakit in berisiko tinggi terjadi pada penderita asma dan diabetes. Hingga kini penyebab pasti penyakit tersebut belum diketahui. Melakukan pemeriksaan sejak dini adalah cara satu-satunya untuk mencegah, mengetahui dan mengobatinya.

JIKA ANDA MENGALAMI GEJALA TERSEBUT DIATAS SEBAIKNYA SEGERALAH KONSULTASI DENGAN DOKTER KESAYANGAN ANDA
 
 

0 comments: