20120503

Indonesia Terima Sampah Plastik Dengan Harga Fantastik

Negara lain telah berhasil Membuang Sampah plastik ke Negara kita dengan terlebih dahulu menyulap kotoran sampahnya menjadi mainan anak anak ataupun jenis barang lain dan ironisnya kita beli dengan harga yang sangat mahal…..ckckckck…..Apakah Negara kita akan dijadikan tempat pembuangan sampah sedunia ???
Atau apakah Kita juga akan berhasil mengembalikan sampah plastik ke Negara mereka dengan harga yang fantastis pula ?  
Mari Kita Bertanya Pada Si Dodo...

Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini.  Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia.

Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!)

Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.

Untuk mengurangi sampah plastik itu, ada cara untuk "memendekkan" umur sampah plastik itu dengan membakarnya. Namun hal itu sangat berbahaya, karena kandungan limbah sampah plastik yang terlepas ke udara saat terbakar, dapat membahayakan kesehatan mahluk hidup, termasuk manusia.

Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Pembuangan sampah plastik sembarangan juga yang selama ini telah menyebabkan Jakarta ataupun seluruh ibukota dinegara ini menjadi banjir,kotor,bau dan sangat memalukan.

Saat berbagai Negara mulai melarang dan merespon terhadap bahaya penggunaan kantong plastik, seperti di Kenya dan Uganda malah sudah secara resmi melarang penggunaan kantong plastik. Sejumlah Negara mulai mengurangi penggunaan kantong plastik diantaranya Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan. Singapura, sejak April 2007 berlangsung kampanye ‘Bring Your Own Bag’ (bawa langsung kantong anda sendiri), digelar oleh The National Environment Agency (NEA). Dan Pemerintahan China juga telah mengeluarkan rancangan undang-undang (RUU) mengatasi kantong plastik.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tahukah anda berapa jumlah sampah plastik yang telah anda buang setiap harinya? Menurut perhitungan Kementrian Lingkungan Hidup, jumlah sampah plastik penduduk Indonesia setiap harinya sebesar 23.600 ton dan saat ini sampah plastik telah menumpuk hingga 6 juta ton, atau setara dengan berat 1 juta gajah dewasa (sumber: http://majalah.tempointeraktif.com).

Setiap tahun, pasar dalam negeri untuk mainan anak-anak mencapai Rp 300 miliar. http://bisnis.vivanews.com/news/read/35416-mainan_anak_impor_susut_20_

JAKARTA (IFT) - Nilai impor mainan asal China sepanjang 2010 sebesar US$ 43,6 juta, naik 39,3% dibanding 2009 senilai US$ 31,3 juta setelah permintaan mainan asal China naik. http://www.indonesiafinancetoday.com/read/4847/Impor-Mainan-Asal-China-Naik-393

JAKARTA. Impor mainan anak selama bulan Januari hingga April 2011 mengalami kenaikan hingga mencapai 61,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, selama Januari hingga April 2011, impor mainan anak mencapai US$ 23,20 juta. Angka itu menunjukkan peningkatan 61,5% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 14,39 juta. http://industri.kontan.co.id/news/impor-mainan-anak-melonjak-615-di-4-bulan-pertama-2011-1

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),  impor plastik dan barang plastik pada tujuh bulan pertama tahun ini sebesar US$3,9 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, impor hanya sebesar US$2,6 miliar. http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/impor-komoditas-plastik-meningkat-46

Penanggulangan
  1. Keseriusan Pemerintah/ Swasta
  2. Kurangi /stop impor plastik.
  3. Kelola penampungan sampah.
  4. Bangun pabrik daur ulang sampah organik dan non organik.
  5. Expor hasil daur ulang ke negara lain.
  6. Bekerjasama dengan Puskesmas dan kader Kesehatan yang tersebar diseluruh nusantara dalam melakukan Pemberian Penyuluhan dan Pembinaan Masyarakat.

Keseriusan Masyarakat
  1. Pengetahuan tentang sampah.
  2. Menyadari dan memahami bahaya dan manfaat sampah.
  3. Pemisahan sampah organik dan non organik di rumah.
  4. Membuang sampah ketempat yang semestinya.
  5. Mengetahui dan mampu mengolah sampah menjadi sesuatu yang berguna (Home industri).
 
Taaah Kitu Baraya......ceuk Sidodo bari heuay..........



Thararenk You 









2 komentar: