20110416

NASEHAT SYAIKH SALIM AL-HILALI KEPADA SALAFIYIN YANG HENDAK MENGGUNAKAN INTERNET

Nasehat Syaikh Salim Al-Hilali Kepada Salafiyin Yang Hendak Menggunakan Internet

Diambil dari mailing list assunnah@yahoogroups.com
Message: 2
Date: Wed, 8 Jun 2005 03:27:19 -0700 (PDT)
From: fsms sunnah
Subject: >>Kepada Salafiyin Yang Hendak Menggunakan Internet<<

NASEHAT SYAIKH SALIM AL-HILALI
KEPADA SALAFIYIN YANG HENDAK MENGGUNAKAN INTERNET

سئل فضيلة الشيخ سليم بن عيد الهلالي -حفظه الله- في (دورة الإمام الألباني للعلوم الشرعية واللغوية) هذا السؤال: ما هي نصيحتك لرواد شبكات الإنترنت السلفيّة؟ نرجو جواباً شافياً كافياً



Fadhilatus Syaikh Salim bin Ied al-Hilali –hafizhahullahu- ditanya pada saat “Dauroh al-Imam al-Albani tentang Ilmu Syariah dan Bahasa” sebagai berikut : ”Apakah nasihat anda bagi website-website salafi di internet? Kami mengharapkan jawaban yang cukup dan memuaskan.”



الجواب

إن شبكة (الإنترنت) في هذا الزّمان أصبحت تَخترق الحدود، وتَخترق الحُجب وتَدخل البيوت والمكاتب . . . وكثيرا من أماكننا دون استئذان منّا وهي في الحقيقة تقدم علمي رهيب , اختصر الزمان، ويستطيع الإنسان أن يَحصل بواسطته على معلومات مكثَّفة كبيرة جدّاً، فهي نعمة من نِعَم الله -سبحانⵗ وتعالى- على الإنسان، علّمه ما لا يعلم، وكان فضل الله عليه كبيراً؛ لكن هذه النّعمة كغيرها لها شاكرون، وبها أناسٌ كافرون



Jawaban :

Sesungguhnya website internet di zaman ini telah menembus batas dan menerobos menembus rintangan serta telah memasuki rumah-rumah dan kantor-kantor... dan banyak lagi masuk ke rumah-rumah kita tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada kita. Pada hakikatnya, website ini menyodorkan kepada kita banyak sekali ilmu, mempersingkat waktu dan manusia dapat memperoleh banyak ilmu dan maklumat (berita) melalui perantaraannya. Hal ini tentu saja merupakan nikmat yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada manusia, Dia mengajarkan manusia apa yang tidak mereka ketahui, dan Allah memberikan keutamaan besar bagi manusia. Namun nikmat ini, sebagaimana nikmat-nikmat lainnya, maka pasti akan ada orang-orang yang bersyukur dan ada pula yang kufur.



فأما الشاكرون لها فهم الذين يستخدمونها في الدعوة إلى الله، وفي تعليم الناس ما ينفعهم من العلوم النافعة : من كتاب الله وسنة رسول الله –صلى عليه وسلم-، وعلم الحديث، وعلم التفسير، وعلم أصول الفقه، وغيره من العلوم النافعة



Adapun orang-orang yang bersyukur, maka mereka menkhidmatkan websitenya untuk berdakwah di jalan Allah, mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi manusia, mengajarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulillah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, mengajarkan ilmu hadits, ilmu tafsir, ilmu ushul fiqh dan ilmu-ilmu yang bermanfaat lainnya



والحقيقة بالتجربة أو بتجارب بعض إخواننا وجدنا أنهم يستطيعون أن يُعلموا من خلالها، ويعقدوا دورات من خلالها، فنسأل الله –سبحانه تعالى- أن يَجزيهم خير الجزاء.


Pada hakikatnya, dengan praktek ataupun saling mempraktekan diantara saudara-saudara kita, kita mengetahui bahwa mereka mampu belajar melalui perantaraan internet dan mereka mampu memasukkan dauroh-dauroh melalui internet (menjadi live sehingga manfaatnya semakin menyebar, pent.). Kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar membalas mereka dengan ganjaran yang baik.



والشق الثاني: أن هذه الشبكة أصبحت مرتعاً (لفتنة الشبهات) و ( فتنة الشهوات)، فالذي يدخل على هذه الشبكة، فأنا أقول: عليه أن يتقي الله في نفسه وفي بصره، ولا ينظر إلى المحرمات، ولا ينظر إلى المواقع الإباحية، ولا ينظر إلى ما يُثير الشهوات والغرائز ويُأجّج الشهوة، وأن هذه مصيرها أو مآلها عواقبه وخيمة، وبِخاصّة على الأسر، وبِخاصة على الشباب الذين هم في فترة مراهقة، فليكن الإنسان متقياً لله -عز وجل- في خلوته وجلوته، في حركته وسكوته، في حله وترحاله، وعلى الآباء أن يراقبوا الأبناء، وأن يعرفوا ماذا يتصرف الأبناء.



Di sisi lain, ada website-website yang menjadi tempat pemeliharaan bagi ”fitnah syubuhat” dan ”fitnah syahwat”. Maka barangsiapa yang memasuki website ini, saya katakan kepadanya : Hendaklah dirinya takut kepada Allah atas dirinya dan pengelihatannya, janganlah melihat kepada apa yang diharamkan, jangan melihat situs-situs website yang vulgar, dan jangan pula melihat kepada hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat dan naluri serta mengobarkan nafsu. Hal yang demikian ini akan membawa dan menggiring kepada malapetaka yang dahsyat, khususnya kepada keluarga dan khususnya lagi kepada para pemuda yang mana mereka berada di fase remaja yang rapuh. Hendaknya seorang manusia itu takut kepada Allah Azza wa Jalla baik tatkala sendirian maupun di tempat umum, baik di saat bergerak maupun di saat diam, baik di dalam rumahnya ataupun di dalam perjalanannya. Hendaknya para bapak benar-benar mengawasi anak-anak mereka dan mereka mengetahui apa yang dilakukan oleh anak-anak mereka.



أمَّا بالنسبة لفتنة الشبهات فحدث عنها ولا حرج! فأصبح يكتب في هذه الشبكات وهذه المواقع من لا يٌعرف اسمه ولا وصمه ولا شكله ولا أصله ولا فصله، كلها كنى: أبو فلان وأبو علان وأبو زيد وأبي عمرو! يَجلس أحدهم خلف الكمبيوتر وما ندري لعله شيطان يكتب، أو لعله عميل لدوائر المخابرات و الاستخبارات يكتب، يفرق فيه الشباب، ويثير النَّعرات ويلقي الشبهات ويتكلم بما يغضب الله وما يغضب رسوله -صلى الله عليه وسلم-، وأصبح الولاء والبراء في هذه الشبكات وهذه المواقع -للأسف- &على أشخاص، وعلى أفراد بعينهم، فأي عقل وأي دين وأي شرع وأي عُرف يبيح أو يستبيح أن يفرق الشباب! أو يعادي أو يوالي على شخص! أو شخصين! أو غيرهما!! ونفرق الدعوة في العالم على الولاء لهذا الشخص أو المعادى لهذا الشخص !!!


Adapun mengenai fitnah syubuhat, maka membicarakan tentangnya bukanlah hal yang sulit! Di website ini (fitnah syubuhat, pent.), yang terjadi adalah orang-orang menulis di situs dan website tidaklah dikenal namanya, tidak diketahui gambarannya, asalnya dan tidak pula keluarganya. Semuanya hanya berkunyah : Abu Fulan, Abu Allan, Abu Zaid, Abu Amru! Salah seorang dari mereka ada yang duduk di bekakang komputer, sedangkan kita tidak tahu apakah dia ini seorang syetan yang sedang menulis ataukah dia ini adalah orang yang bekerja untuk agen rahasia yang sedang menulis. Dia memecah belah para pemuda, mengobarkan semangat arogan dan melemparkan syubuhat serta ia berbicara dengan ucapan yang dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Wala’ (loyalitas) dan Baro’ (berlepas diri) di website dan situs ini semata-mata hanya ditujukan pada individu atau person-person tertentu. Akal bagaimanakah, syariat apakah dan budaya manakah yang membolehkan atau menghalalkan untuk memecah
belah para pemuda.!! Atau memusuhi dan berwala pada satu orang! Atau dua orang! Atau selainnnya!! Dan memecah belah dakwah di dunia atas dasar berwala’ pd orang ini atau memusuhi orang itu!!



أقول: إن كنتَ تستطيع أن تنتفعَ من هذه المواقع فأنت لك حرية الاختيار، وإن كنتَ لا تدري ماذا يقال ولا تستطيع أن تُميز بين ما يُكتب فإياك وإياها فإنها (مواقع للفتنة)، وبِخاصة بعض المواقع التي لَبِسَت لبُوس السلفيّة مثل: موقع (أنا السلفي)! أو موقع (سحاب)! أو موقع (أهل الحديث)! هذه من المواقع التي يديرها أهل الأهواء وأهل البدع وأهل الضلالات، وبعضهم معروف المشبوهة بانتماءاته.



Saya katakan : Jika kamu mampu untuk mengambil manfaat dari situs ini, dan kamu juga memiliki kebebasan untuk memilih. Namun jika kamu tidak mengetahui apa yang dikatakan dan kamu tidak mampu memilah-milah apa yang ditulis di dalam situs ini, maka berhati-hatilah kamu dari situs ini, karena sesungguhnya situs ini adalah ”situs fitnah”, terkhusus lagi dengan situs-situs yang berpakaian dengan pakaian salafiyah seperti : ”anasalafi”!* atau ”sahab”!** ataupun ”ahlul hadits”! Situs-situs ini merupakan situs yang dikelola oleh ahlul ahwa’, ahlul bid’ah dan ahlu dholalah (para pengikut kesesatan). Dan diantara mereka telah dikenal akan klaim palsunya (terhadap dakwah salafiyah).



فأقول يا إخواني!: لو أنفقنا أوقاتنا التي نقضيها وراء (الكمبيوتر) لندخل على هذه المواقع في طلب العلم الشرعي أو لقراءة كتاب نافع ،أو في سؤال أهل العلم أو في سماع أشرطتهم لكان خير لنا، وأدوم عاقبة، وأنفع فائدة (ا.هـ)



Maka saya katakan wahai saudara-saudaraku! : Sekiranya kita luangkan waktu kita di belakang komputer dan kita membuka situs-situs ini dalam rangka menuntut ilmu syar’i, ataupun dalam rangka membaca buku yang bermanfaat, ataupun untuk bertanya kepada ahli ilmu atau mendengarkan kaset-kaset ceramah mereka, maka yang demikian ini lebih baik bagi kita, akibatnya lebih baik dan faidahnya lebih besar. (selesai).



سجل بتاريخ (1/6/1424هـ - الموافق 31/17/2003)



(Dialihbahasakan oleh Abu Salma bin Burhan at-Tirnati dari muntada al-Albani (www.almenhaj.net))

Saran dan kritikan alamatkan ke : http://dear.to/abusalma




Mulahadhot (catatan) : (Tidak perlu dibaca bagi yang baru belajar manhaj salafi!!!)

Syaikh Salim hafizhahullahu berkata :

karena sesungguhnya situs ini adalah ”situs fitnah”, terkhusus lagi dengan situs-situs yang berpakaian dengan pakaian salafiyah seperti : ”anasalafi”!* atau ”sahab”!** ataupun ”ahlul hadits”! Situs-situs ini merupakan situs yang dikelola oleh ahlul ahwa’, ahlul bid’ah dan ahlu dholalah (para pengikut kesesatan). Dan diantara mereka telah dikenal akan klaim palsunya (terhadap dakwah salafiyah).

Untuk menghindarkan fitnah dan kesalahfahaman, ada beberapa hal yang perlu saya tambahkan tentang pernyataan syaikh Salim nafa’allahu bihi di atas. Dikarenakan Sahab adalah website yang dipuji oleh beberapa masyaikh Saudi, seperti Syaikh Rabi’ bin Hadi, Syaikh Ubaid al-Jabiri, Syaikh Ahmad Yahya an-Najmi dan selainnya. Demikian pula dengan anasalafi, website ini dibawah arahan Syaikh Khalid ar-Raddadi, seorang guru di Madrasah ’Aliyah Jami’ah Islamiyah Madinah.

Namun, tidak ada manusia yang ma’sum. Walaupun website ini adalah website yang didukung oleh para ulama, hal ini tidaklah menjadikan website ini bebas dari kesalahan. Khususnya yang menimpa para administrator dan webmasternya serta para pembacanya.

Syaikh Salim al-Hilali mentahdzir website ini dikarenakan ada beberapa hal yang melatarbelakanginya, diantaranya adalah :

1. Beberapa masyaikh yang mulia seperti Syaikh Abdul Malik Ramadhani al-Jazairi, Syaikh DR. Ibrahim ar-Ruhaili, Syaikh Sholih bin Ghonim as-Sadlan, Syaikh DR. Abdurrazaq bin Abdil Muhsin al-Badr, seluruh masyaikh Markaz Imam Albani dan selain mereka dikritik dan dituduh tamyi’ oleh beberapa oknum di forum website anasalafi dan sahab. Mereka melakukan hal ini menyangkut masalah Abul Hasan dan selainnya. Oknum-oknum tersebut belakangan diketahui sebagai fanatikus Syaikh Falih bin Nafi’ al-Harbi yang telah ditahdzir oleh para masyaikh karena karakternya yang ghuluw di dalam masalah tabdi’ dan tajrih. Dia ditahdzir pertama kali oleh al-Walid al-Allamah Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr di dalam risalah beliau yang berjudul al-Hatstsu ’ala ittiba’is Sunnah wat Tahdziru minal Bida’ wa Bayaanu Khatariha.

2. Beberapa anggota forum di sahab dan anasalafi ini sangat fanatik terhadap person tertentu dan meletakkan kaidah wala dan baro’ di atas dasar individu atau perseorangan tertentu. Mereka seolah-olah seperti kaum sufiyah yang menyatakan bahwa syaikh mereka adalah bebas dari kesalahan, dan apa yang dikatakan oleh syaikhnya maka harus diterima dan jika menolaknya maka harus siap dicela dan ditahdzir. Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Salim sendiri di atas. Demikian pula seluruh masyaikh telah menyatakan tentang bahayanya hal ini, karena dakwah salafiyah tidak berdiri di atas dasar mengafiliasikan manhaj kepada perseorangan atau personal tertentu.

3. Waqii’uhum ’alal Ulama (Mereka terjatuh kepada pencelaan terhadap ulama). Maksudnya, ulama-ulama yang berbeda ijtihad dengan ulama lain yang dipegangnya atau ulama-ulama yang keliru berijtihad, maka mereka tanpa segan-segan mencela dan menghancurkan kehormatannya. Seperti apa yang telah mereka lakukan kepada Syaikh Sholih al-Luhaidan, Syaikh Bakr Abi Zaid, Syaikh Ibnu Jibrin, Syaikh Usamah al-Qusy, bahkan Syaikh Salim al-Hilali sendiri yang mereka tuduh sebagai hizbi!!!

Hal yang menguatkan hal ini dan menunjukkan bahwa ucapan syaikh Salim di sini benar, adalah pada tahun 1424 ketika fitnah semakin bergejolak, Syaikh Rabi’ bin Hadi hafizhahullahu mengkritik webmaster sahab, anasalafi dan atsari. Nasehat syaikh Rabi’ ini dimuat di sahab dan anasalafi (ana memiliki hard copy nasehat beliau ini, jika dirasa bermanfaat dan apabila ada waktu insya Allah akan ana terjemahkan). Kemudian mengalir nasehat-nasehat yang serupa dari masyaikh lainnya, seperti Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullahu.

Perlu diketahui, bahwa Syaikh Salim di sini tidak mentahdzir secara mutlak terhadap website ini, karena jika para pembaca sekalian memperhatikan kalimat syaikh Salim berikutnya, pembaca budiman akan melihat bahwa Syaikh Salim al-Hilali hafizhahullahu memperbolehkan mengambil faidah darinya. Sebab, jika sekiranya tahdzir beliau adalah mutlak, maka tidaklah boleh kira beristifadah dari wesbite ahlul bid’ah, terlebih lagi sungguh sangat jauh dari hakikatnya apabila sahab yang kaya dengan ilmu ini dikatakan sebagai website ahlul bid’ah, ahlul ahwa dan ahlu dholalah.

Lantas jika ditanyakan, bagaimana dengan ucapan Syaikh Salim al-Hilali hafizhahullahu yang secara tegas menyatakan sebagai ahlul bid’ah, ahlul ahwa dan ahlu dholalah???

Maka saya jawab : jika antum membaca seluruh ucapan syaikh dan antum mengetahui masalah yang melingkupi hal ini, maka antum akan melihat, bahwa di sini syaikh mengatakan –menurut dari pengamatan yang beliau lakukan- bahwa webmaster dari situs-situs inilah atau oknum-oknum tertentulah yang beliau katakan sebagai ahlul bid’ah, ahlul ahwa dan ahlu dholalah yang mana mereka berpakaian dengan pakaian salafi.

Mungkin –wallahu a’lam- yang beliau maksudkan adalah ahlul fitnah pembebek Falih bin al-Harbi al-Haddadi yang berada di dalam barisan webmaster situs ini. Dan dugaan syaikh ini separuhnya benar, karena beberapa oknum webmasternya terbukti terpengaruh oleh manhajnya Falih al-Harbi, yang hal ini begitu tampak tatkala mereka membela syaikh Falih al-Harbi mati-matian sebelum dirinya ditahdzir. Namun setelah ditahdzir, sebagian dari mereka mau baro’ dengan dirinya dan menerima al-Haq, falhamdulillah.

Yang menjadi saksi atas hal ini juga adalah, begitu eratnya tiga website : sahab, anasalafi dan atsari ini, sehingga setiap ada artikel di sahab, pastilah anasalafi dan atsari juga memuatnya, dan demikian pula sebaliknya. Bahkan tidak heran pula ada nama-nama yang sama pada anggota webmaster dari ketiga website ini. Namun, ketika syaikh Falih ditahdzir, sahab dan anasalafi berlepas diri dari syaikh Falih, berbeda dengan atsari yang membela habis-habisan syaikh Falih hingga akhirnya mereka semakin nyata di dalam pembelaan terhadap manhaj Haddadi. Sehingga yang haq menjadi terang bahwa tidaklah kekerasan dan arogansi di dalam dakwah terhadap saudaranya sesama ahlus sunnah melainkan Allah pasti akan membongkar kejahatannya.

Walillahil Hamdu...

0 comments: