20101008

BRONCHOSCOPY

I.PENGENALAN BRONCHOSCOPY DAN TINDAKAN BRONCHOSCOPY
A. Pengertian
Tindakan invasif pada trakea dan percabangan bronkus untuk diagnostic dan terapeutik

B. Tujuan
1. Menilai keadaan percabangan bronkus
2. Mengambil bahan / spesimen ( diagnostik )
3. Melakukan tindakan terapeutik
4. Perioperatif
C. Indikasi
1. Diagnostik
2. Penyakit paru
3. Kanker paru
4. Nodul paru soliter
5. Penyakit paru interstisial (ILD)
6. TB endobronkial
7. Batuk menetap atau perubahan warna sputum
8. Kelainan foto toraks yang belum jelas
9. Pneumotoraks
10. Terapeutik
a Pengeluaran benda asing
b Bronkial toilet
c Pemasangan pipa trakea
d Penanganan batuk darah masif
e Abses paru
f Terapi laser
g Terapi elektrokauter
h Pemasangan stent trakeobronkial
11. Perioperatif
a Menentukan diagnosis prabedah
b Melihat keadaan saluran napas selama dan setelah tindakan bedah
Keadaan Khusus
a Paralisis N. diafragma
b Suara serak  penyebab tidak jelas
c Mengi lokal
d Cedera inhalasi akut
e Pada keadaan tertentu mis : menilai ujung pipa trakea

D. Kontra Indikasi
1. Absolut
a Tidak ada  ketrampilan operator & tehnik pelaksanaan
2. Relatif
a Gangguan jantung berat
b Gangguan paru berat
c Hipoksemi sedang
d Aritmia
e Keadaan umum pasien jelek
f Penderita tidak kooperatif

E. Jenis Tindakan
1. Bilasan bronkus (bronchial washing)
Membilas daerah bronkus dan cabang-cabang  terutama daerah yang dicurigai terdapat kelainan
Tujuan :- Mengambil spesimen / bahan  pemeriksaan mikrobiologi, patologi anatomi, jamur
- Membersihkan bronkus  sekret, darah, bekuan darah atau benda asing
2. Bronkoalveolar lavage (BAL)
Tindakan untuk menguras permukaan mukosa saluran napas kecil dan rongga alveoli
Tujuan :- Mengambil spesimen/bahan
3. Sikatan bronkus (bronchial brushing)
Tindakan menyikat daerah bronkus
Tujuan :- Mengambil spesimen / bahan  pemeriksaan patologi anatomi atau microbiologi
4. Biopsi forsep
Tindakan biopsi dengan menggunakan alat biopsi forsep
Tujuan :- Mengambil spesimen / bahan
- Mengambil benda asing
5. Biopsi aspirasi jarum transbronkial (transbronchial needle aspiration/TBNA)
Tindakan biopsi menembus trakeobronkus dengan jarum  untuk lesi / kelainan yang menekan trakeobronkial
Tujuan :- Mengambil spesimen / bahan
6. Endobronchial ultrasound (EBUS)
Mampu mengidentifkasi struktur mediastinum  KGB, esofagus
Tindakan biopsi menembus trakeobronkus dengan jarum  untuk lesi / kelainan yang menekan trakeobronkial
Tujuan :- Identifikasi
- Mengambil spesimen / bahan
7. Biopsi paru transbronkial (Transbronchial Lung Biopsy/TBLB)
Tindakan biopsi paru dengan menggunakan bronkoskop  untuk kelainan /lesi yang terletak di perifer
Tujuan :- Mengambil jaringan paru / lesi yang terletak diperifer
8. Pengangkatan benda asing
Tindakan untuk mengambil / mengeluarkan benda asing dalam saluran napas
Tujuan :- Membebaskan jalan napas
9. Terapi laser
Tindakan menggunakan sinar laser melalui bronkoskopi
Tujuan :- Membuka sumbatan jalan napas
10. Pemasangan stent trakeobronkial
Tindakan menempatkan stent/penyangga di trakea melalui bronkoskop
Tujuan :- Mengatasi sumbatan saluran napas
- Mengatasi kelemahan dinding trakeobronkus
11. Elektrokoagulasi/elektrokauter
12. Krioterapi
13. Brakiterapi
14. Injeksi intra bronkus
Tindakan penyuntikan obat melalui bronkoskop mukosa trakea atau bronkus Tujuan:- Menghilangkan penyempitan/pembengkakan di trakea/bronkus
15. Intubasi trakea
Tindakan pemasangan pipa endotrakea (ETT) bantuan bronkoskop  pada kasus-kasus yang sulit dilakukan secara konservatif
Tujuan :- Memberikan kepastian terbuka jalan napas

II. PERSIAPAN PASIEN DENGAN TINDAKAN BRONCHOSCOPY

A. Persiapam Pasien
1 Informasi
a Penjelasan menyeluruh tentang tindakan yang akan dilakukan
b Mengenalkan pasien pada ruang tindakan dan alat yang akan dipakai.
c Tidak boleh menakut-nakuti dan tidak perlu memberikan janji.
d Meminta pasien / wakil/ keluarga menandatangani inform konsen/ persetujuan tindakan (bermaterai, tanda tangan keluarga terdekat, dr yang menerangkan, saksi) jika telah paham untuk menyetujui tindakan
2 Medik penunjang
  • Baik/siap untuk tindakan.
  • Konfirmasi di jantung untuk pasien usia > 45th, atau pada pasien dengan riwayat penyakit jantung, Konsul ahli jantung.
  • Lab darah rutin.
  • Bila direncanakan anestesi umum, konsu.
  • Perhatikan tekanan darah, denyut nadi  pada saat istiraha.
  • Keadaan kardiovaskuler dan hemodinamik  diperhatikan, bila perlu konsul ahli jantung.
  • Observasi TTV, respirasi Umumnya pasien dalam keadaan gangguan respirasi, pasien dalam keadaan bronkospasme sebaiknya tindakan ditunda sampai bronkospasme teratas.
  • Pasien dengan riwayat bronkospasme  Perlu persiapan :
    • 4 jam sebelum tindakan : aminofiini 0,3g/kgBB/jam IV
    • 1 jam sebelum tindakan : kortikosteroid IV
  • Laboratorium : Hb, Ht, Ct. Bt. Lekosit, HIV & virus marker hepatiti.
  • Foto toraks PA dan lateral.
  • CT scan toraks (bila perlu).
  • Perhatikan / tanyakan apakah ada riwayat :
  • Penggunaan obat-obat yang meningkatkan risiko perdarahan misalnya : aspirin (aspilet ®, ascardia ®), heparin, warfana
  • Penggunaan kortikosteroid jangka panjang (lebih dari 2 minggu)
  • Riwayat diabetes melitus dan terapinya
  • Riwayat hipertensi dan terapinya
  • Riwayat penyakit jantung
  • Riwayat alergi obat
  • Alergi asma dan PPOK
  • Bila ada hal-hal tersebut dr diingatkan dan harus ada persiapan khusus (tanyakan kepada dokter)
3 Mental
  • Pada tindakan laser diperlukan Jangan lakukan bronkoskopi pada pasien yang tidak kooperatif atau ragu-ragu.
  • Khusus pada tindakan laser hasil AGD terakhir harus dirawat.
  • Pada intubasi, ventilator mekanik sudah harus dipakai.
  • Pada pemasangan stent pasien harus dirawat.
4. Persiapan Khusus
a Laser  AGDA, pasien harus dirawat
b Intubasi trakea  ventilator sudah siap
c BAL  perlu observasi lebih lama
d Stent  pasien harus dirawat
B. Persiapan Alat
  • Scope, dan instrument bronchoscope
  • TV Monitor
  • Suction lengkap
  • Oxymeter
  • Emergency kit
  • Oxigen lengkap
  • Accessories (Biopsi, Kuret, Kuret, Sikat, Neddle injektor)
  • Spuit 2.5cc,5cc,20 cc
  • Pot plastik, objek glass, alkohol 96 %, mukus ekstraktor.
  • Tissue, gunting,Kom. Plester
  • Mouth piece, Xylocain spray
  • Lidocain 2% amp  + 5 CC untuk kumur
  • Sarung tangan,masker
  • Lampu kepala
  • Spuit laring
  • Bengkok
  • Kaca Laring
  • Lampu Spirtus
  • Kain kasa
1.Tindakan Bilasan bronkus (bronchial washing)
a Nacl 0,9%
b Tabung steril / penampung
c Botol/pot sputum
d Spuit 20 cc
e Penggunaan sitologi, BTA, jamur,
2. Tindakan Kurasan broncho alveolar lavage (BAL)
a Tabung
b Botol penampung beberapa buah
c Spuit 20 cc
d Nacl 0,9% (suhu tubuh)
e Bila mungkin kateter balon
f Penggunaan : - sitologi, BTA, jamur, MO,analisa gas darah
3. Tindakan Aspirasi jarum transbronchial nedle aspiration (TBNA)
a Jarum bronchoscopy
b Objek glass
c Spuit steril 20cc
d Alkohol 96%
e Penggunaan pemeriksaan sitologi, BTA
4. Tindakan Kuretage
a Kuret bronchus
b Gelas objek
c Alkohol 96%
d Penggunaan pemeriksaan sitologi, BTA
5. Tndakan Sikatan
a Sikat bronchus
b Glass objek
c Alkohol 96% ditempatnya
d Penggunaan pemeriksaan : sitologi, mikroorganisme
6. Tindakan Biopsi
a Forcef biopsy bronchus
b Alkohol 96%
c Formalin cair di tempatnya
d Penggunaan pemeriksaan : Histologi, BTA, MO
7. Prosedur Khusus
TBLB  transbronchial lung biopsy, laser, elektrokauter, stent ( ruang OK
a Ruang khusus : fasilitasi fleroscopy dekat ICU & OK
b Alat penunjang : alat resusitasi
c Forcep, kuret, laser set, set stent, BA
d Formalin cair dalam tempatnya
TBNA Transbronchial Neadle Aspiras Jarum, Stent,Elektrocauter,Pengambilan benda asing
a Glass objek
b Alkohol 96%
C. Persiapan Anestesi
Anastesi dapat dilakukan dengan anestesi local atau anestesi umum, sesuai indikasi tindakan.

D. Langkah Kerja Pasien Tindakan Bronchoscopy
1.Pre Tindakan
  • Pasien diberi tahu tentang tindakan yang akan dilakukan.
  • Buat persetujuan tindakan.
  • Sehari sebelumnya minum tablet extra beladon 2 dan Codein tab 10 mg ± jam 21.00.
  • Menjelang dilakukan tindakan, ulang kembali extrabeladon & codein
  • Puasa minimal 4- 6 jam
  • 15 menit sebelum tindakan :
- Cek alat-alat keseluruhan.
- Pasien dianjurkan untuk ganti baju.
- Gigi palsu & kaca mata dilepas.
- Siapkan adrenalin : Nacl 0,9 % = 1 : 19 cc
- Lidocain 2 % untuk anastesi.
- Observasi TTV.
- Dipasang IV line.
- Beri injeksi SA, valium k/p
- Beri kumur-kumur lidocain 5 cc selama 5 mnt usahakan untuk tidak tertelan (inhalasi lidocain)
2. Intra Tindakan
  • Semprotkan xylocain spray 10 % di daerah laring beberapa kali sampai pasien baal.
  • Handuk dipasang untuk pengalas.
  • Pasien ditidurkan dengan posisi terlentang atau sesuai kebutuhan
  • Pasien extensi.
  • Mouthpiece dipasang ( fiksasi ).
  • Oximetri dipasang ( fiksasi ).Oxsigen dipasang (fiksasi)
  • Mata ditutup agar tidak tertetes cairan / obat.
  • Dokter siap mengerjakan.
  • Perawat siap bila dokter menghendaki untuk tindakan : bilasan,biopsi (sikatan forsep, kuret), TBNA (transbronchial needle aspiration), TBLB (transbronchial lung biopsy) TBNA, kuret.,EBUS (endrobronkial ultrasound).
  • Observasi Tanda-tanda vital dipantau periodic selama tindakan.
  • Perlu diperhatikan untuk mempersiapkan sample pemeriksaan sitologi atau histopatologi.

3 Post Tindakan
  • Merapihkan pasien
  • Mengintruksikan pasien untuk puasa selama 2 jam setelah post tindakan .
  • Mengobservasi tanda-tanda vital, diobservasi ± 1 jam.
  • Menyiapkan sampel pemeriksaan sesuai advis operator
  • Mendokumentasikan Asuhan Keperawatan, penyimpanan data tindakan untuk pelapoaran
  • Melakukan operan pasien dengan perawat ruangan tentang tindakan yang dilakukan dan terapi selanjutnya di ruangan sesuai advis dokter operator

E. Persiapan sample dan pengiriman sample Sitologi atau Histologi
  1. Sediakan pot plastik sesuai ukuran yang diperlukan, label / stiker
  2. Beri nama pada dinding botol / pot plasti, jangan beri label pada tutup.
  3. Jelaskan untuk pemeriksaan apa, bahan pemeriksaan apa
  4. Sertakan formulir, identitas nama, umur, tanggal, untuk pemeriksaan apa,jenis tindakan, bahan fiksasi dari sample.
  5. Melakukan pencatan pada buku laporan
  6. Pasien diobservasi ± 1 jam
F. ASKEP BRONKHOSKOPI DENGAN ATAU TANPA TINDAKAN
1. Penjelasan prosedur
2. Izin tindakan
3. Persiapan pasien dengan sangat baik
4. Pengawasan kardio respirasi secara ketat
5. Semua kelengkapan dipersiapkan secara sempurna
. a. Masalah diagnosa keperawatan pada pretindakan bronkoskopi.
- Kecemasan sedang.
- Gangguan pola tidur.
- Kurang pengetahuan.
b. Masalah diagnosa keperawatan selama / pasca tindakan.
- Potensial terjadi komplikasi.
- Gangguan rasa nyaman nyeri pada tenggorokan.

=============================================



(Bestsellers in Instant Video)(Bestsellers in Featured Categories)(Bestsellers in Automotive)(Bestsellers in Baby Products)(Bestsellers in Beauty)(Bestsellers in Subjects)(Bestsellers in Camera & Photo Features)(Bestsellers Cell Phones & Wireless Store)(Bestsellers Classical Music)(Bestsellers Computers)(Bestsellers DVD in Movies & TV)(Bestsellers Electronics)(Bestsellers Gourmet Food)(Bestsellers in Grocery & Gourmet Food)(Bestsellers in Home, Garden & Pets)(Bestsellers in Health & Personal Care)(Bestsellers in Industrial & Scientific)(Bestsellers in Jewelry)(Bestsellers in Kindle Store)(Bestsellers in Kitchen & Housewares)(Bestsellers in Magazines & Newspapers)(Bestsellers MP3 Downloads in Featured Categories)(Bestsellers Music in Styles)(Bestsellers Musical Instruments in Featured Categories)(Bestsellers Office Products in Office Products)(Bestsellers in Shoes)(Bestsellers in Software)(Bestsellers in Sports & Outdoors)(Bestsellers in Tools & Hardware Home Improvement)(Bestsellers in Toys & Games)(Bestsellers in VHS)(Bestsellers in Video Games)(Bestsellers in Watches)(Bestsellers in Wireless Accessories)

0 comments: